splash
SITUS RESMI DEWAN PASTORAL PAROKI SALIB SUCI
Tropodo, Waru, Sidoarjo, Jawa Timur
 

You Are Viewing Wilayah Agustinus

FORUM KOMUNIKASI KETUA WILAYAH (FKKW) di Wilayah Agustinus

Posted By Komsos on March 27th, 2013

FKKW-Agstns-2013

Pada hari Minggu, 3 Maret 2013, Forum Komunikasi Ketua Wilayah Paroki Salib Suci Tropodo biasa disingkat FKKW diadakan kembali. Forum ini merupakan sebuah ajang untuk berbagi rasa antar sesama Ketua Wilayah, sehingga mereka bisa saling berbagi suka duka dalam memimpin wilayah masing-masing.

Sebagai tuan rumah untuk FKKW kali ini adalah Wilayah St. Agustinus, dan bertempat di salah satu rumah warga wil. Agustinus, jalan Anjasmoro.

 

Dalam acara kali ini, FKKW dihadiri Romo Servas dan Romo Dasi, dan tentu saja para ketua wilayah, beserta anggota DPP. Pembicaraan berlangsung hangat, ditambah dengan gaya moderasi oleh pak Bambang Sutrisno, mantan ketua wilayah Agustinus, menjadikan pembicaraan antar ketua wilayah semakin gayeng dan guyub.

 

Pokok pembicaraan antar ketua wilayah kali ini, memunculkan beberapa topik terhangat di paroki seperti kondisi OMK dan Rekoleksi Umat. Namun satu topik yang paling hangat diperbincangkan dalam FKKW hari itu adalah tentang jumlah kehadiran umat saat Rekoleksi Umat diadakan di wilayah masing-masing.
Dari hasil perbincangan, tampak bahwa hampir semua wilayah mengalami hal yang sama terkait tingkat kehadiran umat dalam Rekoleksi Umat, yaitu rendahnya persentase kehadiran umat dalam Rekoleksi yang sebenarnya diadakan untuk memeriahkan perayaan Pesta Perak Paroki SS sekaligus memberdayakan iman umat paroki SS.

FKKW-Agstns-2013-2

 

Beberapa ketua wilayah memberikan solusi untuk mengatasi rendahnya minat umat dengan cara tidak dikatakan secara langsung bahwa pertemuan adalah Rekoleksi Umat, sebagai gantinya dikatakan bahwa kegiatan kumpul-kumpul umat ini untuk rujakan, atau arisan, dlsb.
Memang kondisi tersebut (rendahnya minat untuk datang ke Rekoleksi Umat) tidak terjadi di semua wilayah, karena ada juga wilayah yang tidak kekurangan umat (minimal 20 orang) saat mengadakan rekoleksi. Menurut penjelasan sang ketua wilayah tersebut, keadaan ini bisa terjadi karena ada proses “jemput bola” sebelumnya. Maksudnya, para pengurus wilayah, sering melakukan kunjungan ke rumah2 warga di wilayah, sehingga suasana guyub terasa, dan umat tidak merasa asing dengan saudara-saudara mereka sewilayah, dan pada akhirnya membuat mereka tidak ragu-ragu lagi untuk datang ke kegiatan wilayah termasuk Rekoleksi Umat. Ini sebuah contoh yang patut ditiru oleh wilayah-wilayah lain.

 

Satu pokok pikiran yang sama mengenai mengapa tingkat kehadiran umat sangat rendah adalah umat Katolik dinilai tidak suka kalo diminta untuk men-sharing-kan pengalaman imannya. Sehingga apabila ada kegiatan yang bersifat diskusi, atau sharing, seperti Rekoleksi Umat, Pendalaman Iman APP, Pendalaman Iman Advent, yang semua itu bersifat dua arah, maka umat yang datang akan sedikit. Namun bila kegiatan wilayah/lingkungan berupa tindakan satu arah seperti doa rosario, doa lingkungan, doa arwah, atau kegiatan yang bersifat bersenang-senang, seperti olahraga, wisata rohani,  maka banyak umat yang hadir.

Setelah cukup lama terjadi perbincangan mengenai topik yang dianggap meresahkan para ketua wilayah ini, pada akhirnya Romo Dasi memberikan satu ketegasan dan pedoman moral mengenai hal tersebut. Romo Dasi memberikan satu ajaran dari salah satu pembimbing rohani beliau ketika Romo Dasi masih frater dulu. Bahwa kita jangan menjadikan TINGKAT KEHADIRAN UMAT sebagai TARGET, karena kalo hal tersebut yang dijadikan target atas keberhasilan satu kegiatan, maka kita akan lebih sering kecewa. Karena demikianlah memang kondisi manusia, kadang banyak yang hadir, kadang sedikit. Dan kita tidak bisa membatasi atau memaksa para umat untuk hadir atau tidak hadir dalam satu kegiatan. Target dari kegiatan seharusnya adalah siapa orang yang mau hadir, dan apakah nilai dari kegiatan telah sampai ke dalam hati orang yang mau hadir itu.
Tidak cukup sampai di situ, Romo Servas memberikan tambahan dari pengalaman beliau saat membimbing pendalaman Kitab Suci di paroki GYB. Saat itu juga sama. Di saat awal-awal pembentukan kelompok pendalaman iman di sana juga sepi peminat. Namun target saat itu, bukanlah jumlah kehadiran, tetapi KESETIAAN dari mereka yang mau hadir. Benar saja, setelah beberapa lama berjalan, pembinaan iman yang tadinya hanya dihadiri oleh sedikit orang itu, ternyata sekarang telah berkembang pesat, bahkan para Romo di GYB saat itu kebingungan membagi waktu kunjungan karena semakin banyaknya kelompok-kelompok pendalaman Kitab Suci.
Jadi pada akhirnya, target utama dari keberhasilan kegiatan (entah bernama Rekoleksi Umat atau Pendalaman Iman), sekali lagi bukanlah banyak atau sedikitnya umat yang hadir, namun KESETIAAN dari umat yang mau hadir, dan KESINAMBUNGAN dari kegiatan yang diadakan. Sehingga lama kelamaan, umat yang hadir akan mendapatkan hasil, dan otomatis prinsip “gethok tular” akan terjadi dan kegiatan tersebut akan berkembang pesat dengan sendirinya.

 

Akhirnya, FKKW ditutup dengan doa dan berkat dari Romo Servas, lalu dilanjutkan dengan ramah tamah dan makan siang bersama. Sambil makan-makan, para peserta dapat saling berbincang santai tentang apa saja, sambil menyantap buah-buahan sebagai pencuci mulut

 

Akhir kata, kami dari Wilayah Agustinus sangat bersyukur kepada Tuhan bahwa acara FKKW akhirnya berakhir dengan baik, dan mendapatkan banyak pencerahan, terutama dari para romo paroki dan saudara-saudari dari Wilayah lain.

 

Terima kasih romo Servas dan romo Dasi atas nasehat-nasehatnya, semoga kami dapat melaksanakan nasehat tersebut dengan baik di hari-hari mendatang. Terima kasih untuk para Ketua Wilayah yang telah hadir untuk berbagi rasa sehingga diharapkan kita, sebagai warga Paroki Salib Suci, tidak lagi memiliki batas-batas di antara umat Paroki. Terima kasih juga untuk para anggota DPP untuk bimbingannya, semoga kerja sama ini semakin berkembang di hari selanjutnya. Amin

BIAK St Agustinus Telah Dimulai Kembali

Posted By on September 16th, 2012

Ya, telah dimulai kembali, adalah kalimat yang tepat untuk menggambarkan kondisi BIAK Wilayah St.Agustinus.

Setelah cukup lama kosong tidak ada kegiatan, maka mulai tahun 2012 ini, tepatnya di bulan Juli, anak-anak wilayah St.Agustinus yang berusia sekolah SD ke bawah, telah mendapatkan kembali pelayanan BIAK yang telah lama hilang. Meski dengan segala keterbatasan, baik tempat, waktu maupun prasarana, namun para pembina BIAK Wilayah St.Agustinus, dengan dibantu para warga Wilayah dengan sumbangan-sumbangan sarana dan prasarananya, maka BIAK Wilayah St.Agustinus dapat memulai kegiatannya secara rutin setiap hari Sabtu Sore, pk.16.00, bertempat di rumah milik salah seorang warga yang kebetulan kosong tidak ditempati, beralamat di Anjasmoro kav 28, perum Wisma Tropodo. Kita layak untuk bersyukur dan berterima kasih pada Tuhan atas karuniaNya ini.

Kegiatan BIAK ini berfokus pada pengembangan diri anak-anak, sehingga mereka nantinya dapat berani memimpin, dan memiliki iman yang kuat atas Yesus dan GerejaNya.

Mereka dilatih untuk taat dan duduk diam, mendengarkan kisah Tuhan menyelamatkan umatNya, dengan mendengarkan bacaan Kitab Suci yang dibacakan bergantian per ayat, lalu mendengarkan kisah ulang dari bacaan Kitab Suci dari pengalaman pribadi para pembina BIAK, sehingga anak-anak dapat meniru iman pada pembina BIAK.

Selain itu, anak-anak juga dibina untuk berani memimpin di depan orang lain. Dengan panduan pembina BIAK, anak-anak diminta untuk berani tampil menyanyi di depan teman-teman mereka.

Pada akhir acara, ada pembagian hadiah kecil bila anak-anak dapat menjawab pertanyaan dari kakak-kakak pembina BIAK. Selain sedikit makanan kecil untuk dibawa pulang.

Semua ini dapat dilakukan terutama karena pertolongan Tuhan saja, yang telah menggerakkan hati banyak orang untuk membangkitkan kembali kegiatan BIAK wilayah St.Agustinus. Tuhan telah menggerakkan mereka yang mau melayani untuk mengajar anak-anak yang merupakan masa depan kita dan Gereja, juga terimakasih kepada Tuhan yang telah menggerakkan para warga yang mau menyumbangkan sarana danprasana lain untuk lancarnya kegiatan BIAK ini.

Semoga BIAK St Agustinus dapat terus berkembang, dan menjadikan anak-anak ini nantinya menjadi batu penjuru untuk membangun wilayah pada khususnya, dan Gereja pada umumnya.

 

 

Pesta Nama Wilayah St Agustinus 28 Agustus 2012

Posted By on September 16th, 2012

Seperti biasa, dalam satu tahun, Gereja merayakan satu hari pesta Santo Agustinus, yang pada tahun 2012 ini jatuh pada hari Selasa tanggal 28 Agustus 2012. Seperti biasa juga, Wilayah St Agustinus Paroki Salib Suci Tropodo merayakannya juga sebagai hari pesta nama wilayah, dan merayakannya dengan khidmat dan sederhana. Namun untuk tahun ini, ada yang sedikit berbeda.

 

Biasanya, setelah perayaan pesta dalam Misa (yang diisi oleh  para warga wilayah, seperti lektor, koor, pembantu imam, persembahan, kolektan) akan ada makanan/minuman ringan yang bisa disantap oleh semua orang yang hadir dalam pesta hari itu, Nah, kebiasaan ini tidak berubah. Yang berbeda untuk kali ini adalah asal makanannya. Utk tahun ini, Wilayah St.Agustinus memanggil satu rombong soto dari Pondok Candra untuk menjamu para tamu. Jamuan soto tentu tidaklah lengkap tanpa jajanan pasar sebagai camilan pembuka dan es blewah untuk melegakan tenggorokan sebagai minuman penutup.

Dengan sistem prasmanan, menjadikan perayaan pesta hari itu semakin berkesan. Setiap orang dapat saling mengucapkan salam dan selamat atas pesta ini. Keguyuban antar warga Wilayah dan juga dengan warga-warga Wilayah yang lain yang kebetulan hadir menjadi terbangun dan memberikan ikatan batin lebih dalam [Amin!].

Semoga dengan keguyuban yang dibangun di akhir pesta semakin memberi kita semua, para warga Wilayah St.Agustinus Paroki Salib Suci Tropodo khususnya dan seluruh warga Gereja pada umumnya, satu semangat baru untuk membangun hubungan komunikasi dalam Gereja sesuai semangat St.Agustinus  “Di sini kami tidak membicarakan yang buruk tentang siapa pun.”

Semoga Tuhan selalu memberi karuniaNya kepada kita semua, bukan hanya warga Wil.St.Agustinus tapi utk seluruh warga Gereja, semangat mempertobatkan banyak orang terutama diri kita sendiri, karena kita sudah tahu, bahwa kita adalah orang berdosa yang telah diselamatkan karena kasih karunia Tuhan, seperti yang telah terjadi dalam diri St.Agustinus (silakan dibaca kisah hidup St.Agustinus di situs yesaya,indocell.net berikut [klik disini]).

Semoga semangat St.Agustinus ini, menjadikan kita memiliki bahan bakar yang baru untuk melayani sesama dan Gereja.

Wisata Rohani Wilayah St Agustinus

Posted By on January 10th, 2012

Pada tanggal 26-27 Nov 2011, Wilayah St Agustinus (lingkungan I dan lingkungan II) mengadakan wisata rohani ke Pohsarang Kediri. Jumlah peserta sekitar 33 orang (termasuk 4 anak-anak), dan berangkat pulang pergi menggunakan 5 mobil pribadi sumbangan warga lingkungan. Penginapan menggunakan Wisma Yohanes, yang memiliki fasilitas lengkap, mulai dari kapel yang besar, ruangan multi fungsi lengkap dgn pengeras suara, kolam renang, serta kamar2 besar ber-AC.

Kolam Renang Di Wisma Yohanes

Kolam Renang Di Wisma Yohanes

Berikut adalah peta lokasi Wisma Yohanes yang terletak di bagian lebih atas dari gereja batu Pohsarang jika dilihat dari kompleks gereja. Wisma Yohanes dalam peta ini diberi lingkaran merah, sedang latar depan adalah kompleks gereja batu Pohsarang.

Acara dimulai dengan pemberangkatan 3 klobil (kelompok bermobil) pada pk 14:00 WIB hari Sabtu tgl 26 Nov 2011 dari rumah salah satu warga. Sementara itu 2 klobil telah diberangkatkan lebih dahulu pada pagi hari pk.09:00, selain untuk menghindari macet juga utk mempersiapkan kedatangan rombongan yang lebih besar.

Akhirnya pada pk.18:30 WIB, puji Tuhan, semua peserta dapat tiba dengan selamat di Wisma Yohanes, dan setelah semua peserta masuk ke cottage dan kamar masing-masing untuk membersihkan diri, maka pk 19:00 santap malam bersama dilaksanakan dengan diawali doa makan dipimpin sie liturgi dari lingkungan I.

Satu jam kemudian, semua peserta berkumpul di kapel , untuk ibadat sabda dan doa rosario. Setelah selesai semuanya, maka peserta mendapatkan acara bebas, sebagian besar menggunakan waktu ini dengan bercakap-cakap di teras cottage bernama Veronika (yang merupakan cottage utama tempat hampir semua peserta menginap). Sebagian kecil lainnya, langsung beranjak masuk kamar (termasuk penulis krn anak2 minta ditemani tidur).

Keesokan harinya, sebelum pk.06:00 WIB, semua peserta tampak sudah bangun. Peserta anak2 mengadakan acara mereka sendiri, yaitu berenang. Kebetulan air kolam renang terasa hangat, mungkin karena udara memang sedang panas-panasnya. Satu dua peserta wisata rohani melakukan jogging ringan, dan sebagian yang lain mencari buah-buahan untuk cemilan pagi terutama buah Mangga yang memang banyak ditanam di komplek wisma ini. Sesuai peraturan tak tertulis yang disampaikan oleh pengurus wisma yang menyatakan agar buah2an yang diambil dari komplek wisma harus dimakan di dalam kompleks dan tidak boleh dibawa pulang, maka tidak banyak buah Mangga yang diambil.

Penulis menyempatkan diri berkeliling kompleks Wisma, dan menemukan bahwa kompleks ini sangat sunyi, dan cocok untuk retret/rekoleksi. Apalagi didukung dengan penataan taman2 yang asri, dan jarak antar cottage yang berjauhan, menjadikan suasana Wisma ini sangat mendukung untuk kegiatan reflektif-meditatif. Salah satu tempat yang menarik adalah patung salib Yesus yang besar.

Patung Salib Yesus Kristus

Patung Salib Yesus Kristus

Dibawah salib ini disediakan tempat lilin, tempat persembahan, tempat duduk yang teduh … sangat cocok untuk berdoa.

Masuk ke pk.7:00 WIB, perut para peserta, terutama penulis, sudah mulai meminta jatah, maka makan pagi pun dilangsungkan dengan suasana penuh keceriaan.

Akhirnya pk.9:00 WIB, semua peserta turun ke kompleks gereja batu Pohsarang, untuk memulai kegiatan rohani kedua yaitu ibadah jalan salib. Sebelum turun, semua peserta berpose sejenak di depan kompleks Wisma Yohanes, sekedar untuk mendapatkan memorabilia wisata rohani kali ini.

Para Peserta

Para Peserta

Sesampainya di depan gerbang awal prosesi jalan salib, maka semua peserta memulai prosesi jalan salib dengan khidmat.

Gerbang Jalan Salib Pohsarang

Gerbang Jalan Salib Pohsarang

Sebab dengan salib suciMu Engkau telah menebus dunia

Sebab dengan salib suciMu Engkau telah menebus dunia

Jangalah Tangisi Daku ...

Jangalah Tangisi Daku ...

Kompleks jalan salib dinaungi dedaunan yang rindang dari pohon-pohon di sekitarnya. Pohon-pohon bambu yang memagari kompleks kadang menimbulkan suara derikan, yang seringkali membuat kaget para peserta terutama utk mereka yang tidak pernah mendengarnya. Sebagai saran, sebaiknya gunakan topi, karena serindang-rindangnya pepohonan di kompleks ini tetaplah sinar matahari menerobos masuk dan membuat kulit terasa pedih terkena sengatannya.

salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu ...

salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu ...

Selesai ibadah jalan salib, yang dilewati dalam alur yang berkelok-kelok dan naik turun tersebut, para peserta mendapat sedikit kesempatan untuk mengunjungi toko-toko di kompleks Gua Maria Lourdes Pohsarang, untuk sekedar membeli oleh-oleh atau air minum pelepas dahaga. Yang menarik adalah mendekati pukul 11.00, banyak penjual yang mengingatkan calon-calon pembeli mereka untuk mulai menuju ke gereja batu Pohsarang, karena Misa Kudus akan segera dimulai … Salut untuk para penjual tersebut.

Pk.11.00, Misa Kudus khas Jawa, dengan lagu-lagu berbahasa Jawa halus dan dengan tata ibadat yang seluruhnya dibawakan dalam bahasa Jawa Halus yang hampir-hampir tidak kami kenal, dimulai. Selain kendala bahasa, sebenarnya Misa Kudus ini tetaplah dapat diikuti karena tata ibadat yang sama persis dengan yang berbahasa Indonesia, sehingga kami mengikutinya dengan menggunakan Puji Syukur yang kami bawa. Kesulitan utama sebenarnya terjadi saat kotbah karena kotbah juga dibawakan dalam bahasa Jawa halus. Kami tidak bisa mengikuti sama sekali kotbah kali ini, namun melihat ke sekeliling kami yang tampak bahwa banyak umat terdiri dari bapak-ibu yang sudah “sepuh” namun khusuk ikut Misa ini, membuat kami berpikir bahwa kami tidaklah layak mendapatkan layanan dalam bahasa Indonesia, karena kami hanyalah turis disini, merekalah, para penduduk sekitar, yang setiap kali hadir di gereja Pohsarang sini, merekalah yang lebih membutuhkan hidangan rohani dalam rupa kotbah dengan bahasa yang lebih mereka mengerti. Sedangkan kami sendiri, hanya cukup berdoa, “Ya Tuhan Terjadilah Padaku Menurut KehendakMu”, tanpa perlu kami mengerti apa arti kata-kataNya, tapi kami cukup melangkah ke depan untuk menjalaninya saja.

Pk.13.00, semua peserta kembali ke Wisma untuk menikmati santap siang, dan kemudian satu demi satu klobil kembali ke Surabaya … eh salah, Sidoarjo …

Semoga wisata rohani kali ini, meningkatkan keakraban diantara semua anggota lingkungan Wilayah St Agustinus …

Santo Agustinus doakanlah kami, Amin

Santo Agustinus doakanlah kami, Amin

sumber:
foto2 dokumentasi penulis dan salah satu peserta.
gambar st.Agustinus dari http://yesaya.indocell.net

note:
All images may be subject to copyright …

 

Rekoleksi Bersama Seluruh Warga

Posted By Komsos on October 29th, 2010

Rekoleksi Wilayah Agustinus diadakan bersama-sama antara lingkungan I dan lingkungan II,dengan jumlah peserta sekitar 80 orang. Rekoleksi diadakan pada tanggal 12-13 Juni 2010,di Griya Samadhi Vincentius (GSV) Trawas.Berangkat dari Surabaya pada jam 12:30, dan sampai dengan selamat seluruh rombongandi GSV pada jam 15:00. Jam 17:00 kami mengukuti misa ekaristi di kapel GSV. Malam harinyadilanjutkan dengan penyegaran rohani oleh Bpk. Setiawan dengan mengambil topik”Kasih Tuhan Tiada Batasnya”, dan dilanjutkan dengan renungan malam oleh semua peserta.Minggu pagi hari, diisi dengan acara permainan (outbound) dengan tujuan untuk melatih kerja-samateam/kelompok. Permainan berakhir pada jam 09:00. Sebelum makan siang kami sempat menerimapresentasi tentang “Hubungan harmonis antara anak dan orang tua” yang dibawakan oleh Bp. Bambangdan dilanjutkan dengan evaluasi dari semua yang sudah kami jalani selama rekoleksi mulaikemarin sore sampai menjelang pulang siang harinya.