splash
SITUS RESMI DEWAN PASTORAL PAROKI SALIB SUCI
Tropodo, Waru, Sidoarjo, Jawa Timur
Tugas Perutusan itu memang berat, tapi...sekaligus Kita diberi Rahmat
 

Wisata Rohani Wilayah St Agustinus

Posted By Edo Suhartanto on January 10th, 2012

Pada tanggal 26-27 Nov 2011, Wilayah St Agustinus (lingkungan I dan lingkungan II) mengadakan wisata rohani ke Pohsarang Kediri. Jumlah peserta sekitar 33 orang (termasuk 4 anak-anak), dan berangkat pulang pergi menggunakan 5 mobil pribadi sumbangan warga lingkungan. Penginapan menggunakan Wisma Yohanes, yang memiliki fasilitas lengkap, mulai dari kapel yang besar, ruangan multi fungsi lengkap dgn pengeras suara, kolam renang, serta kamar2 besar ber-AC.

Kolam Renang Di Wisma Yohanes

Kolam Renang Di Wisma Yohanes

Berikut adalah peta lokasi Wisma Yohanes yang terletak di bagian lebih atas dari gereja batu Pohsarang jika dilihat dari kompleks gereja. Wisma Yohanes dalam peta ini diberi lingkaran merah, sedang latar depan adalah kompleks gereja batu Pohsarang.

Acara dimulai dengan pemberangkatan 3 klobil (kelompok bermobil) pada pk 14:00 WIB hari Sabtu tgl 26 Nov 2011 dari rumah salah satu warga. Sementara itu 2 klobil telah diberangkatkan lebih dahulu pada pagi hari pk.09:00, selain untuk menghindari macet juga utk mempersiapkan kedatangan rombongan yang lebih besar.

Akhirnya pada pk.18:30 WIB, puji Tuhan, semua peserta dapat tiba dengan selamat di Wisma Yohanes, dan setelah semua peserta masuk ke cottage dan kamar masing-masing untuk membersihkan diri, maka pk 19:00 santap malam bersama dilaksanakan dengan diawali doa makan dipimpin sie liturgi dari lingkungan I.

Satu jam kemudian, semua peserta berkumpul di kapel , untuk ibadat sabda dan doa rosario. Setelah selesai semuanya, maka peserta mendapatkan acara bebas, sebagian besar menggunakan waktu ini dengan bercakap-cakap di teras cottage bernama Veronika (yang merupakan cottage utama tempat hampir semua peserta menginap). Sebagian kecil lainnya, langsung beranjak masuk kamar (termasuk penulis krn anak2 minta ditemani tidur).

Keesokan harinya, sebelum pk.06:00 WIB, semua peserta tampak sudah bangun. Peserta anak2 mengadakan acara mereka sendiri, yaitu berenang. Kebetulan air kolam renang terasa hangat, mungkin karena udara memang sedang panas-panasnya. Satu dua peserta wisata rohani melakukan jogging ringan, dan sebagian yang lain mencari buah-buahan untuk cemilan pagi terutama buah Mangga yang memang banyak ditanam di komplek wisma ini. Sesuai peraturan tak tertulis yang disampaikan oleh pengurus wisma yang menyatakan agar buah2an yang diambil dari komplek wisma harus dimakan di dalam kompleks dan tidak boleh dibawa pulang, maka tidak banyak buah Mangga yang diambil.

Penulis menyempatkan diri berkeliling kompleks Wisma, dan menemukan bahwa kompleks ini sangat sunyi, dan cocok untuk retret/rekoleksi. Apalagi didukung dengan penataan taman2 yang asri, dan jarak antar cottage yang berjauhan, menjadikan suasana Wisma ini sangat mendukung untuk kegiatan reflektif-meditatif. Salah satu tempat yang menarik adalah patung salib Yesus yang besar.

Patung Salib Yesus Kristus

Patung Salib Yesus Kristus

Dibawah salib ini disediakan tempat lilin, tempat persembahan, tempat duduk yang teduh … sangat cocok untuk berdoa.

Masuk ke pk.7:00 WIB, perut para peserta, terutama penulis, sudah mulai meminta jatah, maka makan pagi pun dilangsungkan dengan suasana penuh keceriaan.

Akhirnya pk.9:00 WIB, semua peserta turun ke kompleks gereja batu Pohsarang, untuk memulai kegiatan rohani kedua yaitu ibadah jalan salib. Sebelum turun, semua peserta berpose sejenak di depan kompleks Wisma Yohanes, sekedar untuk mendapatkan memorabilia wisata rohani kali ini.

Para Peserta

Para Peserta

Sesampainya di depan gerbang awal prosesi jalan salib, maka semua peserta memulai prosesi jalan salib dengan khidmat.

Gerbang Jalan Salib Pohsarang

Gerbang Jalan Salib Pohsarang

Sebab dengan salib suciMu Engkau telah menebus dunia

Sebab dengan salib suciMu Engkau telah menebus dunia

Jangalah Tangisi Daku ...

Jangalah Tangisi Daku ...

Kompleks jalan salib dinaungi dedaunan yang rindang dari pohon-pohon di sekitarnya. Pohon-pohon bambu yang memagari kompleks kadang menimbulkan suara derikan, yang seringkali membuat kaget para peserta terutama utk mereka yang tidak pernah mendengarnya. Sebagai saran, sebaiknya gunakan topi, karena serindang-rindangnya pepohonan di kompleks ini tetaplah sinar matahari menerobos masuk dan membuat kulit terasa pedih terkena sengatannya.

salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu ...

salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu ...

Selesai ibadah jalan salib, yang dilewati dalam alur yang berkelok-kelok dan naik turun tersebut, para peserta mendapat sedikit kesempatan untuk mengunjungi toko-toko di kompleks Gua Maria Lourdes Pohsarang, untuk sekedar membeli oleh-oleh atau air minum pelepas dahaga. Yang menarik adalah mendekati pukul 11.00, banyak penjual yang mengingatkan calon-calon pembeli mereka untuk mulai menuju ke gereja batu Pohsarang, karena Misa Kudus akan segera dimulai … Salut untuk para penjual tersebut.

Pk.11.00, Misa Kudus khas Jawa, dengan lagu-lagu berbahasa Jawa halus dan dengan tata ibadat yang seluruhnya dibawakan dalam bahasa Jawa Halus yang hampir-hampir tidak kami kenal, dimulai. Selain kendala bahasa, sebenarnya Misa Kudus ini tetaplah dapat diikuti karena tata ibadat yang sama persis dengan yang berbahasa Indonesia, sehingga kami mengikutinya dengan menggunakan Puji Syukur yang kami bawa. Kesulitan utama sebenarnya terjadi saat kotbah karena kotbah juga dibawakan dalam bahasa Jawa halus. Kami tidak bisa mengikuti sama sekali kotbah kali ini, namun melihat ke sekeliling kami yang tampak bahwa banyak umat terdiri dari bapak-ibu yang sudah “sepuh” namun khusuk ikut Misa ini, membuat kami berpikir bahwa kami tidaklah layak mendapatkan layanan dalam bahasa Indonesia, karena kami hanyalah turis disini, merekalah, para penduduk sekitar, yang setiap kali hadir di gereja Pohsarang sini, merekalah yang lebih membutuhkan hidangan rohani dalam rupa kotbah dengan bahasa yang lebih mereka mengerti. Sedangkan kami sendiri, hanya cukup berdoa, “Ya Tuhan Terjadilah Padaku Menurut KehendakMu”, tanpa perlu kami mengerti apa arti kata-kataNya, tapi kami cukup melangkah ke depan untuk menjalaninya saja.

Pk.13.00, semua peserta kembali ke Wisma untuk menikmati santap siang, dan kemudian satu demi satu klobil kembali ke Surabaya … eh salah, Sidoarjo …

Semoga wisata rohani kali ini, meningkatkan keakraban diantara semua anggota lingkungan Wilayah St Agustinus …

Santo Agustinus doakanlah kami, Amin

Santo Agustinus doakanlah kami, Amin

sumber:
foto2 dokumentasi penulis dan salah satu peserta.
gambar st.Agustinus dariĀ http://yesaya.indocell.net

note:
All images may be subject to copyright …

 

Tags: , , , ,

Similar Posts

Leave a Reply