Renungan 10 Januari 2012
Bacaan:
• 1 Samuel 1:9-20;
• MT 1 Samuel 2:1,4-5,6-7,8abcd
• Markus 1:21b-28.
Hana, isteri Elkana, sedih luar
Banyak perempuan pada masa sekar
Meneladan Hana, kiranya para pe
(Renungan Harian Mutiara Iman 2012, Yayasan Pustaka Nusatama)rempuan bisa membawa pengalaman itu ke hadapan Allah dan menyerahkan secara mendalam pada Allah. Meneladan Elly menjadi pribadi yang penuh empati dan mampu menenangkan hati Hana dan menunjukkan jalan yang tepat. Dan meneladan Yesus mengusir hal-hal jahat dalam hidup kita dan memberikan kesembuhan pada yang sedang terluka dan sakit.ang ini pun mengalami kepedihan seperti yang dialami oleh Hana. Mereka sudah menikah namun tidak segera mendapatkan keturunan. Tidak jarang pertanyaan basa-basi seperti, “Sudah dapat momongan (keturunan) belum?” atau pernyataan akrab, “Ayo dikebut dong biar segera dapat anak!”, menambah kepedihan hatinya. Memang ada banyak yang mampu mengatasi situasi itu karena yang utama adalah persatuan cintanya dengan sang suami atau karena mendapatkan anak dengan cara adopsi. Namun tidak jarang situasi tidak segera mendapatkan keturunan selalu menggores hati perempuan yang menikah.biasa karena perkawinannya belum menghadirkan buah hati. Dalam kepedihannya Hana datang kepada Tuhan dan berdoa agar Tuhan mengingat dan tidak melupakannya namun memberikan kepadanya seorang anak laki-laki. Dia pun berjanji akan memberikan anak itu kepada Tuhan seumur hidupnya. Doa itu dilambungkan dengan begitu khusyuk. Dan Tuhan pun mendengarkan doa Hana sehingga dia dianugerahi anak laki-laki yang diberi nama Samuel sebab menurut Hana, “Aku telah memintanya dari pada TUHAN”.;Renungan Harian 10 Januari 2012.
Tags: Aklamasi, Katolisitas, Ordinarium, Refleksi, Renungan Harian