splash
SITUS RESMI DEWAN PASTORAL PAROKI SALIB SUCI
Tropodo, Waru, Sidoarjo, Jawa Timur
 

Memaknai Kebangkitan TUHAN untuk Hidup kita

Posted By Komsos on April 23rd, 2013

Palma-1

Masa puasa dan pantang, masa prapaska yang diawali dengan penerimaan abu di dahi masing-masing insan katolik, akhirnya berakhir Jalan Salib sebagai ibadah / doa paling inspiratip telah berlalu.
Apa yang masih tertinggal di hati dan hidup kita insan beriman Katolik ? Logika hidup imani makin berakar, bertumbuh dan berkembang ? Nuansa hidup kristiani apa semakin mantap ?
Tiada kebangkitan tanpa kematian.Tiada kebahagiaan tanpa perjuangan. Tiada kematian tanpa duka dan derita. Tiada Tabor tanpa Kalvari. Inilah kemungkinan sederetan makna yang tersimpan di hati dan budi.

Kebangkitan Tuhan membuka sebuah lembaran baru kehidupan orang beriman. Karenanya bisa dimengerti mengapa Rasul Paulus berkata : “ Tetapi jika Kristus tidak bangkit, maka sia-sialah iman kamu. Dan …….. binasalah juga orang – orang yang mati dalam Kristus “ ( Bdk. 1 Kor 15 : 13 – 15.17)
Rasul Paulus benar ! Andaikan Yesus tidak bangkit, untuk apa segala penghayatan hidup beragama ? Andaikan Yesus tidak bangkit, untuk apa orang berkorban demi sesama ? Mengapa harus berbuat baik ? Mengapa begitu banyak orang yang mengorbankan nyawanya karena mempertahankan iman ? Semua pertanyaan di atas tak akan pernah terjawab kalau sekiranya Yesus tidak bangkit.

Hidup seorang kristen baru mendapat artinya ketika diposisikan dalam perspektif kebangkitan Yesus Kristus. Kebangkitan Kristus menentukan hidup matinya iman kristiani kita. Kebangkitan Kristus pada akhirnya memberi jaminan bahwa ada keselamatan, ada hidup yang kekal dan abadi. Kebangkitan Kristus mengajarkan bahwa setiap perbuatan baik akan mendapat ganjaran. Kebangkitan Kristus memberi pemahaman baru tentang hidup yang lebih berpengharapan, bahwa kematian seorang kristiani merupakan jalan masuk ke dalam hidup yang abadi.

Oleh karena itu, merayakan Paskah berarti merayakan perjumpaan dengan Kristus yang bangkit. Dan perayaan perjumpaan dengan Kristus yang bangkit membuahkan sikap hidup yang positip. Kita mengenal beberapa tokoh biblis yang mengalami perubahan sikap hidup yang radikal sesudah bertemu dengan Kristus yang bangkit. Maria Magdalena yang menangis berubah menjadi seorang pewarta sukacita kebangkitan. Atau Petrus si pengecut itu berubah menjadi seorang pemberani, berani mati karena Tuhan. Rasul-Rasul yang penakut, kelak menjadi orang-orang yang rela mempertaruhkan nyawanya demi iman. Dan Thomas yang bimbang, perjumpaannya dengan Guru yang bangkit, mengkondisikan dia menemukan kepastian.

Bagi kita, perayaan Paskah seharusnya mengubah sikap hidup kita. Perayaan Paskah, seharusnya mendorong kita untuk bangkit dan menata satu sikap hidup yang positip. Kita mesti menjadi manusia yang lebih tahu bersyukur daripada menuntut; menjadi manusia yang memiliki kepastian hidup dan bukannya manusia penuh kebimbangan dan keragu-raguan; menjadi insan yang lebih berani dan bukannya pengecut; menjadi insan kristiani yang lebih altruistis dan bukannya egoistis.

Lebih jauh, merayakan kebangkitan Tuhan berarti menjadikan Tuhan pusat hidup kita. Dengan demikian keyakinan lainpun akan bertumbuh dalam hidup kita, yakni bahwa Tuhan yang bangkit senantiasa menyertai kita, bahwa hidup kita memiliki tujuan dan bahwa meski dalam hidup ini ada hal-hal yang tak terselesaikan dan tak tersembuhkan tetapi di dalam DIA yang bangkit ada pertolongan. Sementara di sisi lain, perayaan kebangkitan Tuhan mestinya menumbuhkan kegembiraan kita untuk dapat memikul duka dan derita hidup, menghasilkan ketekunan untuk mengejar mahkota kemuliaan yang abadi serta memberi harapan untuk tabah menanggung beban. Perayaan kebangkitan Tuhan, akhirnya harus memperkokoh iman kita, untuk mampu menerobos sisi pahit/gelap kehidupan kita dan mempertebal cinta kita kepadaNYA, sehingga kita akan tetap setia mengikuti DIA yang bangkit hingga akhir hidup kita.

SELAMAT PESTA PASKAH

(Rm Servatius Dange SVD)

Tags: , , , , , , , , , , , , ,

Similar Posts

Leave a Reply