splash
SITUS RESMI DEWAN PASTORAL PAROKI SALIB SUCI
Tropodo, Waru, Sidoarjo, Jawa Timur
 

Archive for April, 2011

TANDA SALIB

Posted By Komsos on April 29th, 2011

Hidup kita diawali dengan Tanda Salib dan diakhiri pula dengan Tanda Salib . (Rm Heribertus SVD : Pengantar Misa II  RY Tritunggal maha Kudus, 30 Mei 2010)

PENGANTAR

Priiiitttttt, Peluit piala dunia telah ditiup. Genderang laga sepak bola dunia akan memukau jutaan pasang mata di seluruh belahan bumi. Di arena itu kita lihat pula bertaburan pemain yang memasuki arena dengan membuat Tanda Salib, atau teriakan gembira disertai Tanda Salib setelah gol tercipta. Kita bangga sambil menduga,  emain itu pasti Katolik  Tapi tunggu dulu . kenapa ada gerakan Tanda Salib yang tidak sama dengan yang kita lakukan? Apakah Tanda Salib yang tidak sama itu mempunyai makna yang sama? Lalu apa arti Tanda Salib??? Menurut pelajaran agama di sekolah minggu, garis lurus dari atas ke bawah melambangkan hubungan vertikal antara manusia dengan Tuhan  garis horisontal menyamping melambangkan hubungan antar sesama manusia. Keduanya harus seimbang, tidak miring-miring, sebagaimana harusnya relasi kita dengan Tuhan dan sesama.

Hanya itu sajakah????Dalam tulisan ini kita akan mencoba masuk lebih dalam lagi memahami Tanda Salib. Benarkah Tanda Salib HANYA dilakukan oleh orang Katolik saja??? Apakah Tanda Salib ini mempunyai akar Alkitabiah? Apakah jemaat perdana juga menandai diri dengan Tanda Salib ? Bagaimana pandangan para bapa Gereja mengenai Tanda Salibi? Apa makna sesungguhnya yang terkandung dalam Tanda ini? Bagaimana seharusnya Tanda Salib ini dilakukan?Semoga tulisan ini memperkaya pemahaman kita akan tradisi maupun teologi Katolik yang benar.

 

TANDA SALIB : TIDAK MELULU KATOLIK

Tanda Salib merupakan ritual gerakan tangan khas  beberapa Gereja Kristen, meski tidak semua kelompok Kristen melakukannya. Ritual ini dilakukan dengan membuat gerakan simbol salib di udara atau di atas tubuh seseorang / sesuatu, disertai pengucapan rumusan Trinitaris. Tanda Salib senantiasa berhubungan dengan Misteri Keselamatan yang dilaksanakan Yesus secara paripurna melalui kematianNya di kayu salib Kalvari. Tanda Salib bukan melulu milik jemaat Katolik Roma/Latin. Dengan berbagai variasinya, Tanda Salib digunakan juga oleh Gereja Barat lain (Anglikan, Lutheran, Episcopal, Presbiterian dan Metodis), Gereja Katolik Ortodox Ritus  Timur , dan Ortodox Oriental. Gereja Evangelist dan Protestant modern sangat jarang menggunakan tanda ini, meski dalam katekismus kecilnya, Martin Luther merekomendasikan agar umat membuat Tanda Salib di saat tidur dan di saat bangun tidur. Beberapa reformis menolak Tanda Salib karena menganggapnya sebagai bagian dari praktek Gereja Katolik yang tanpa dasar biblis. Benarkah demikian?

 

RAGAM CARA MEMBUAT TANDA SALIB

Sebelum kita mempelajari dasar biblis Tanda Salib, kita melihat dahulu aneka gesture, gerakan dan makna Tanda salibPOSISI JARI / TANGAN DAN MAKNANYAPada Umumnya di gereja Barat (Katolik Roma) dan Armenia, Ethiopia, gerakan Tanda Salib dilakukan dengan menggunakan tangan kanan dan jari terbuka. Lima jari tersebut melambangkan kelima luka-luka Yesus yang Kudus. Posisi tangan dan jari-jemari dalam saat ritual ini rupanya pernah menjadi polemik dan perhatian yang sangat serius. Paus Leo IV di abad pertengahan bahkan menginstruksikan :  andailah Piala dan Hosti dengan salib yang benar dan bukan dengan lingkaran atau dengan bentuk jari-jemari yang berlain-lainan  namun dengan dua jari yang teracung dan ibu jari yang terselip diantaranya dengan mana Trinitas disimbolkan.

Perhatikanlah hal ini sungguh-sungguh atau sebaliknya kamu tidak dapat memberkati apapun (Lih. Georgi,  iturg. Rom. Pont.  III, 37)Gereja Katolik Ritus Timur dan Gereja Ortodok membuat Tanda Salib dengan ibu jari (jempol), jari telunjuk dan jari tengah yang disatukan. Kesatuan ketiganya ini menyimbolkan Tritunggal Maha Kudus. Sedangkan kedua jari yang tersisa tetap melekat pada telapak tangan dan menyimbolkan kodrat manusiawi dan kodrat keilahian Yesus. Lain lagi dengan Jemaat Gereja Ortodox Rusia (kuno) yang  menggunakan model sebaliknya. Dua Jari (Jempol dan telunjuk) yang menyatu  sedangkan ketiga

(more…)

SPIRITUALITAS & LITURGI TRI HARI SUCI

Posted By Komsos on April 25th, 2011

  • Gereja merayakan misteri terbesar penebusan manusia setiap tahun pada trihari yang berlangsung dari : Misa Perjamuan Malam Terakhir pada Kamis Putih sampai dengan ibadat sore Minggu Paskah. Disebut “Trihari Paskah”, karena di dalamnya dipentaskan dan diwujudkan misteri Paskah, artinya, peralihan Tuhan dari dunia ini kepada Bapa (bdk FPPC. 37)
  • Pada kedua pertama hari-hari ini (Jumat Agung dan Sabtu Paskah) adalah puasa suci; Gereja berpuasa, menurut tradisi kuno, “karena mempelainya diambil  daripadanya’ . Sehingga Gereja dengan hati gembira dan terbuka mencapai sukacita Kebangkitan Tuhan (bdk FPPC. 39)
  • (bdk FPPC. Art 42) Nyanyian-nyanyian (Umat, imam dan petugas lainnya) dalam perayaan Pekan Suci, khususnya Trihari Suci, amat bermakna antara lain :

–     Doa permohonan pada Jumat Agung; eventual juga seruan diakon dan jawaban umat;

–     Nyanyian pengangkatan dan penghormatan salib;

–     Aklamasi prosesi Jilin Paskah dan Madah Paskah, aleluya sesudah bacaan, litani dan aklamasi pemberkatan air baptis.

–     Nyanyian pada pemberkatan dan prosesi Palma dan masuk ke gereja;

–     Nyanyian prosesi dengan minyak-minyak suci;

–     Nyanyian prosesi persembahan dalam Misa Perjamuan Malam Terakhir Kamis Putih dan Madah untuk pemindahan Sakramen Mahakudus;

–     Tanggapan atas mazmur tanggapan dalam perayaan Malam Paskah dan nyanyian untuk pemercikan air suci.

–     Pantaslah juga Kisah Sengsara,

–     Madah Paskah

–     pemberkatan air baptis disertai lagu yang mempermudah menyanyikan teks-teks itu.

  • Teks liturgi nyanyian umat janganlah mudah diabaikan. Dalam pada itu hendaknya selalu ada kesempatan partisipasi umat.
  • Demikian pula di mana kurang peserta, putra altar atau penyanyi, perayaan Trihari Suci jangan diadakan, dan kaum beriman hendaknya bergabung pada jemaat lebih besar.

(more…)

BERHALA itu bernama EKARISTI ?

Posted By Komsos on April 19th, 2011

BERHALA ITU BERNAMA : EKARISTI ?

Di tengah protes kita membaca judul itu, mari kita introspeksi. Kalau mau jujur, sadar atau tidak sadar, banyak di antara kita yang “terjebak” dalam “keberhalaan ekaristi”. Bukan Ekaristi-nya yang berhala, melainkan sikap batin kita, disposisi batin kitalah yang menjadikan Ekaristi itu sebagai berhala, persis sebagaimana yang dituduhkan kepada kita. Bukan Ekaristi-nya yang salah.

 

Artikel-artikel dalam buku ini memaparkan dengan baik dan jelas mengenai serba-serbi Ekaristi.

Mulai pendasarannya yang berakar pada Seder.

ke inti tema pokok, yang memperingatkan kita agar tidak menjadikan Ekaristi sebagai suatu BERHALA,  berlanjut ke hakikat Tubuh dan Darah Kristus, dan sampai ke refleksi penulis, yang mengajak kita ke ranah spiritual Ekaristi, sebagai puncak dan sumber hidup Kristiani.

Akhirnya, kita, bersama-sama, sampai pada akhir buku ini, dengan bersama merenungkan kata-kata akhir dari Perayaan Ekaristi: “Ite, Missa Est. Mari pergi, kalian diutus”.

Kita diutus. . . . . Diutus untuk apa . . . . ? Siapkah . . . ? Apa bekal kita . . .?

 

Buku ini dapat dipandang sebagai suatu bentuk “katekese”, yang diterbitkan sebagai salah satu bentuk “ikut ambil-bagian” dalam Tahun Katekese yang dicanangkan oleh Keuskupan Surabaya pada tahun 2011 ini. Harapannya, tentu saja setiap pembaca yang serius dan rendah hati akan dapat memahami arti dan makna Ekaristi dengan baik. Sehingga karenanya, mereka dengan mudah bisa mempertanggung-jawabkan iman terhadap segala tuduhan miring terhadap Ekaristi.

Sekaligus juga sebagai dasar untuk memahami misi perutusan serta mendapatkan bekal untuk itu.

Hidup Kristiani adalah hidup misoner.

Misi ke dalam diri sendiri, dan misi kepada sesama.

Selamat  membaca . . .

AMDG

 

Suplemen Spektakulernya MAWASS, yang bertitel :

“BERHALA ITU BERNAMA EKARISTI ?“.

sangat di butuhkan bagi Kesehatan & Kesegaran Iman kita, di jaman yang serba dipenuhi dengan Radiasi, Kontaminasi & Polusi seperti saat ini

Awas !!!…cetakan terbatas, bagi yang berminat harap segera menghubungi,

Sdr. Set Sandy (031) 7002 0366, atau

Stephanus Yuli S 081 217 88 701

SEKARANG JUGA !!!!!!

 

Posted in Umum

Perayaan Natal 2010 dan Tahun Baru 2011-di Claket Indah Pacet

Posted By Komsos on April 19th, 2011

Klik di sini, untuk Lihat & Download photo selengkapnya

 

Tujuan dan dasar acara Camping Rohani tahun 2010 yaitu suasana dan bentuk yang berbeda dalam sebuah acara. Setelah diadakan rapat dan pemilihan panitia yang diadakan pada 23 Nopember 2010 di kediaman Bapak Leo Stephanus Suroto, maka disepakati Pesta Natal diadakan secara sederhana dengan dana diambil dari Kas Lingkungan dan Kas Wilayah serta Donatur, dengan pertimbangan tujuan lokasi yang tidak membutuhkan biaya banyak, akhirnya panitia memilih Pondok Claket Indah – Pacet.

(more…)

Jadwal Ordinarium 2011

Posted By Komsos on April 7th, 2011