Blak-blakan tentang Paroki Salib Suci
Wawancara Eksklusif di Hari Paroki ke 22 ( 14 September 2010 )
bersama Romo Yosef Geru Kaka, SVD
Yosef Gheru Kaka, SVD. Pria yang akrab disapa Romo Yosef ini memulai tugas pelayanannya di Paroki Salib Suci (SS) sejak tanggal 1 Desember 2008. Setelah hampir dua tahun melayani umat SS banyak kesan yang telah membekas dihati Romo kelahiran Kodi, Sumba Barat Daya, NTT, 19 Mei 1971 ini. Untuk mengetahui isi hati Romo kita yang satu ini terhadap Paroki SS beserta umatnya, berikut petikan wawancara tim redaksi MAWASS dengan Romo Yosef.
Apakah yang Romo rasakan saat mendapat tugas pelayanan di Paroki Salib Suci ?“Sebenarnya saya sudah mendapat banyak info dari luar mengenai Paroki SS. Info yang paling dominan adalah mengenai ketertiban atau kedisiplinan dalam aturan rumah dan (pastoran) gereja (paroki – wilayah,lingkungan – dalam banyak bidang). Katanya kaku dan kolot. Namun setelah benar-benar menjalankan tugas di lingkungan Paroki SS, kesan paling saya rasakan adalah dalam hal tata cara liturginya karena sangat taat pada TPE baru (Tata Perayaan Ekaristi) yang sesuai dengan PUMR (Pedoman Umum Misae Romanum)”, cerita Romo Yosef.