Category Archives: Renungan & Refleksi

SENYUM PASKAH: MUDA FOYA-FOYA, TUA KAYA-RAYA, BANGKIT MASUK SURGA

Bibir

Refleksi atas perumpamaan anak (kita) yang hilang; bdk. Lukas 15:11-32

 

  1. Pengantar

Sebagian judul artikel tersebut di atas merupakan kelakar yang sering dicelotehkan di kalangan orang (muda): “Muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga”. Entah disadari atau tidak, jujur saja, ungkapan itu tentu menimbulkan senyum kecut, bahkan tawa lepas. Menarik untuk ditelaah, sejauh mana kelakar itu telah menjadi harapan “di bawah sadar” para kaum muda (kita) yang cenderung terjebak pada pesona iklanisme- materialisme. Mungkinkah ungkapan itu bisa terwujud? Apa relevansinya bagi (kaum muda) kita dewasa ini? Bagaimana kita menyikapinya? Apakah sekedar fenomena? Bukankah Yesus juga melontarkan perumpamaan tentang anak yang hilang. Tidak ada salahnya jika artikel ini mencoba mencermati fenomena di kalangan kaum muda (kita) berdasarkan pendekatan reflektif dalam terang paskah.

Continue reading

7 Pernyataan Tuhan Yesus saat berada di Salib

Injil mencatat bahwa selama enam jam Yesus tergantung di kayu salib Dia membuat tujuh pernyataan yang berbeda. Pernyataan-pernyataan sangat luar biasa bukan hanya karena merupakan kata-kata yang terakhir oleh Yesus sebelum kematian-Nya, tetapi juga karena kata-kata ini menggambarkan kehidupan dan pelayanan Yesus Kristus Tuhan kita.

1. “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.”(Lukas 23:34).
Bahkan saat mengalami rasa sakit yang mengerikan akibat penyaliban, Ia berdoa untuk orang-orang yang yang menyebabkan penderitaan-Nya. Ia datang ke bumi dengan tujuan memberi pengampunan para pendosa dan Dia mengasihi mereka dan menghapus dosa hingga akhir hidupNya. Semua karena dosa manusia dan Dia berada di kayu Salib dan menderita atas nama dosa itu.

 

2. “Hari ini engkau akan bersama Aku di dalam Firdaus” (Lukas 23:43).

Tidak hanya Yesus mengampuni mereka yang menyalibkan Dia, Dia juga memaafkan salah seorang pencuri yang disalibkan di samping-Nya. 2 Penjahat yang di salibkan bersama Yesus, Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, namun seorang lainnya memiliki perubahan hati.

Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: “Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!” Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: “Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama? Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah.” Lalu ia berkata: “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.” (Lukas 23:39-42) .

Pada saat ini Yesus membuat pernyataan-Nya yang kedua diatas salib dan menjanjikan untuk mengampuni penjahat yang bertobat. Sekali lagi kita melihat keprihatinan Yesus bagi orang lain. Teladan-Nya kemudian di contohi Rasul Paulus  untuk menasihati jemaat Filipi,

dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; (Filipi 2:3).

3. “Ibu, inilah, anakmu!” (Yohanes 19:26).

Meskipun Yesus terus menderita di kayu salib pikirannya masih pada orang lain. Dia melihat ibunya berdiri di dekat Rasul Yohanes dan berkata, “Ibu, inilah anakmu.” Dia kemudian melihat Yohanes dan berkata, “Inilah ibumu!” Dengan melakukan ini Dia mempercayakan perawatan ibu-Nya kepada Yohanes. Kebiasaan orang Yahudi (Hukum Taurat) mensyaratkan anak sulung untuk mengurus orang tuanya, dan Yesus mematuhi hukum Allah sampai akhir. Di awal pelayanan-Nya Yesus menekankan penghormatan terhadap hokum Allah (Hukum Taurat):

“Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. (Matius 5:17).

Yesus menggenapi hokum Taurat dalam penderitaanNya di atas kayu salib.

4. “Ya Tuhan, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” (Matius 27:46).

Perkataan keempat Yesus dari salib mungkin yang paling sulit bagi kita untuk mengerti. Anak Allah yang tak berdosa yang telah, ada sejak kekekalan, dalam hubungan intim dengan Bapa-Nya, kini roh terpisah dari-Nya. Ketika dosa dunia dilimpahkan/menjadi bagian dari  Yesus, untuk kali pertama, terjadilah pemisahan antara Bapa dan Putra.

Alkitab mencatat sesuatu terjadi di antara mereka bahwa kita hanya dapat memahami melalui mata iman. Allah yang Maha Suci dan tak berdosa itulah Allah Bapa dan Allah yang telah merendahkan diri menjadi seperti ciptaanNya dan mau berdosa (menerima limpahan dosa manusia) itulah Putra Allah. (Filipi 2:6-7)

Artinya, bahwa Allah dalam Kristus mendamaikan dunia dengan dirinya sendiri (2 Korintus 5:19).

Yesus menderita rasa sakit yang tak pantas akibat pemisahan diriNya melepaskan kesetaraan sebagai Allah: Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah. (2 Korintus 5:21).

Agar hal ini (penebusan) terjadi, Bapa harus meninggalkan Anak dan menghukum-Nya untuk kita.  Inilah maksud dari perkataan Yesus: “Ya Tuhan, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?”

5. “Aku haus” (Yohanes 19:28).

Pernyataan kelima yang Yesus dari salib mengingatkan kita lagi bahwa Dia menderita sebagai manusia. Alkitab mengatakan,

Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia—supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci—:”Aku haus!” (Yoh 19:28).

Ia hidup sebagai manusia dan menderita sebagai manusia agar Dia bisa mengidentifikasi dengan penderitaan kemanusiaan. Dari pernyataan ini kita amati bahwa Yesus menderita efek fisik yang penuh akibat penyaliban. Tidak bisa dikurangi, untuk beban dosa yang harus kita(manusia) limpahkan kepada-Nya.

6. “Sudah selesai” (Yohanes 19:30).

Pernyataan keenam dari Yesus saat di kayu salib adalah teriakan kemenangan. Teks Yunani berbunyi tetelestai, “Sudah selesai.” Apa yang selesai? Sambil kita mempertimbangkan kehidupan dan pelayanan Yesus kita bisa memikirkan beberapa hal yang membuat kematian-Nya lengkap.

Ia menyelesaikan pekerjaan Bapa, yang harus di lakukanNya. Ia menggenapi nubuat. Dia mencapai kemenangan atas Setan, dosa, dan kematian. Dia mencapai kemenangan atas iblis. Misi kekelan BERHASIL !

7. “Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku” (Lukas 23:46).

Ini adalah pernyataan terakhir yang kita terima dari Yesus sebelum kematian-Nya. Semuanya telah selesai dan sekarang sudah waktunya untuk menyerahkan roh-Nya. Sebelumnya Yesus membuat pernyataan bahwa Ia rela memberikan nyawa-Nya bagi domba-Nya.

Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali.

Tidak seorangpun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku.” (Yohanes 10:17,18).

Dari sini kita menyadari bahwa Yesus harus sengaja menyerahkan roh-Nya; itu tidak dapat diambil dari-Nya. Kecuali Dia menginginkan sendiri untuk mati, Dia tidak dipaksa. Karena Dia adalah korban yang bersedia, Dia memilih untuk mati. Setelah membuat pernyataan terakhirnya, Yesus mati.

Akhirnya…
Tujuh pernyataan Yesus diatas kayu salib memiliki arti luas dan penting bagi orang percaya hari ini. Perkataan-perkataan ini sekali lagi mengingatkan kita arti kematian-Nya, selain menjadi fakta sejarah, jauh lebih dari itu. Itu adalah pengorbanan tertinggi untuk menjamin keselamatan kita. Kata-kata terakhir Yesus menunjukkan kepada kita bahwa kita dapat memegang kepercayaan penuh kepada-Nya sebagai Juruselamat kita.

Pemeriksaan Batin Menurut Sepuluh Perintah Allah

Masa prapaskah yang diawali dengan hari Rabu Abu, merupakan saat yang tepat untuk melihat diri kembali, melakukan refleksi atas segala kesalahan dan dosa-dosa yang telah kita lakukan. Artikel berikut merupakan daftar yang mungkin belum melingkupi segala bentuk perbuatan-perbuatan dosa, namun diharapkan daftar pemeriksaan batin dengan membaca kembali Sepuluh Perintah Allah ini sudah cukup untuk membantu membangkitkan / mendorong refleksi pribadi sebagai persiapan melakukan Sakramen Pertobatan, sehingga di hari raya nanti, kita benar-benar mendapatkan sukacita sejati di dalam nama Tuhan kita dalam kondisi yang bersih.

 

  1. Akulah Tuhan Allahmu, janganlah menyembah berhala, berbaktilah kepadaku saja dan cintailah aku melebihi segala sesuatu.
    1. Meragukan keberadaan Tuhan
    2. Meninggalkan agama Katolik atau bergabung dengan agama lain
    3. Tidak mempercayai kebenaran iman Katolik atau ajaran-ajaran Gereja
    4. Gagal mengakui atau mempertahankan Iman Katolik saat dibutuhkan
    5. Menyangkal bahwa dia seorang Katolik
    6. Menjadikan Gereja atau ajarannya sebagai bahan gurauan
    7. Malu akan keyakinannya atau gagal menunjukkan tanda-tanda nyata bahwa dirinya adalah Katolik karena takut/ malu akan anggapan orang lain
    8. Membaca buku / literatur yang menggoyahkan iman Katolik,
    9. Berkonsultasi dengan orang–orang yang membahayakan iman Katolik anda
    10. Bergabung dengan kelompok rahasia atau organisasi yang bertentangan dengan iman Katolik (seperti Freemasons, partai komunis, kelompok pro–aborsi)
    11. Menjadi saksi atau terlibat dalam pernikahan seorang katolik yang tidak disetujui oleh Gereja Katolik
    12. Tidak menerima komuni pada perayaan Paskah tiap tahun
    13. Mengabaikan pengakuan dosa sedikitnya sekali dalam setahun
    14. Tidak berpantang dan berpuasa pada hari – hari yang telah ditentukan oleh Gereja
    15. Tidak berpuasa sedikitnya 1 jam sebelum menerima Komuni Kudus;
    16. Tidak mengaku dosa secara pribadi atas absolusi dosa – dosa maut yang telah diterima secara masal
    17. Mengabaikan pemenuhan denda / hukuman dari penitensi yang diberikan oleh Romo dalam Sakramen Pertobatan;
    18. Berdoa tanpa konsentarsi atau membiarkan perhatiannya terpecah oleh hal-hal lain
    19. Menerima Komuni Kudus tidak dengan hormat atau tanpa rasa syurkur
    20. Tidak berdoa secara teratur
    21. Bersikap masa bodoh tentang iman Katolik atau tidak berusaha mencari bimbingan Gereja Katolik atas permasalahan iman atau moral

 

  1. Jangan menyebut nama Tuhan Allahmu dengan tidak hormat
    1. Menghina Allah, Yesus, Maria, para malaikat atau orang–orang Kudus
    2. Berkata–kata yang tidak sopan tentang Orang–orang Kudus, tempat–tempat / benda–benda yang Kudus
    3. Mengutuk (atau mengata-ngatai) orang atau sesuatu
    4. Mengucapkan sumpah tanpa alasan yang kuat / masuk akal
    5. Gagal memenuhi sumpah atau janji

 

  1. Kuduskanlah Hari Tuhan
    1. Tidak menghadiri Misa pada hari Minggu atau Misa pada hari lain yang diwajibkan oleh Gereja dengan sengaja
    2. Terlambat datang pada Misa hari Minggu atau hari suci yang lain atau meninggalkan misa sebelum selsesai tanpa alasan yang layak (Tidak hadir sejak Persembahan sampai dengan Komuni adalah dosa maut);
    3. Dengan sengaja mengganggu/membuat kekacauan pada saat Misa
    4. Melakukan pekerjaan berat atau berbelanja yang tidak penting atau berbisnis pada hari Minggu

 

  1. Hormatilah Ibu Bapamu
    1. Tidak hormat, tidak patuh atau menghina/mencela orang tua, kakek – nenek atau wali
    2. Tidak menghormati pasangan suami / istri atau anggota keluarga yang lain
    3. Orang tua tidak membaptiskan anaknya segera setelah dilahirkan, gagal memberikan pendidikan iman Katolik kepada anaknya seperti mengaku dosa, menerima Komuni pertama, menerima sakramen penguatan atau menghadiri Misa di hari Minggu
    4. Orang tua mengabaikan kebutuhan anaknya : materi, pendidikan, disiplin, moral atau emosi
    5. Penganiayaan atau perlakuan  yang kejam terhadap anak
    6. Gagal memenuhi/menyediakan kebutuhan bagi orangtua pada saat mereka membutuhkannya
    7. Gagal memenuhi tanggung jawab misalnya di tempat kerja, di rumah atau di sekolah
    8. Tidak mematuhi atasan, guru atau perusahaan;
    9. Murid melalaikan tugas belajarnya
    10. Tidak menghormati orang yang lebih tua
    11. Tidak mematuhi hukum yang berlaku atau petugas penegak hukum
    12. Tidak memiliki patriotisme

 

  1. Jangan membunuh
    1. Melakukan pembantaian yand tidak adil atau membunuh
    2. Aborsi
    3. Menganjurkan seseorang untuk melakukan aborsi atau membantu melakukan aborsi;
    4. Ikut serta dalam program Ibu pengganti (anak di dapat dengan menanamkan telur yang telah dibuahi ke wanita lain)
    5. Melakukan Inseminasi buatan (program bayi tabung)
    6. Ikut serta dalam donor sperma
    7. Melakukan sterilisasi
    8. Pemenggalan / pemotongan anggota tubuh
    9. Percobaan bunuh diri
    10. Tindakan kekerasan
    11. Membahayakan jiwa diri sendiri atau jiwa orang lain secara ceroboh (misal: menyetir tidak hati-hati/ugal-ugalan); menyerang orang lain atau berkelahi secara fisik
    12. Mengkonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan atau merokok berlebihan
    13. Mengkonsumsi obat secara berlebihan / di luar dosis (meskipun obat tersebut diresepkan)
    14. Menggunakan, mengedarkan atau menjual obat–obatan terlarang
    15. Makan atau tidur yang berlebihan atau terlalu sedikit/ kurang (mis: malas, rakus, membuang–buang waktu, diet yang tidak pada tempatnya)
    16. Tidak menjaga kesehatan dengan baik
    17. Menjaga kesehatan atau penampilan terlalu berlebihan
    18. Membalas dendam
    19. Kemarahan, kebencian, antipati, cuek atau kesal terhadap sesama
    20. Memberi julukan atau menggunakan kata–kata kasar terhadap sesama, kasar atau berbuat yang tidak sopan, tidak memperhatikan perasaan orang lain
    21. Mengejek orang yang cacat baik cacat fisik atau pun mental, mengejek ras / agama lain
    22. Memberi contoh yang tidak baik kepada orang lain untuk ditiru
    23. Kurang belas kasih terhadap orang yang menderita
    24. Gagal menolong orang lain dalam bahaya atau yang benar–benar membutuhkan
    25. Menyombongkan keberhasilan atau apa yang sudah dicapai
    26. Keras kepala mempertahankan pendapat pribadi
    27. Menyetujui pendapat yang bertentangan dengan ajaran Gereja (misal: hal aborsi, perceraian, sterilisasi, kontrasepsi)
    28. Tidak sabar
    29. Memperlakukan binatang dengan kejam

 

  1. Jangan berbuat cabul
    1. Perzinahan (dimana kedua belah pihak belum menikah)
    2. Berzinah (Dimana setidaknya salah satu pihak terikat pernikahan dengan orang lain)
    3. Bercumbu secara berlebihan (masturbasi dengan melibatkan pihak lain atau membangkitkan gairah sexual pihak lain mis: dengan berciuman , berpelukan atau sentuhan yang berlebihan)
    4. Tindakan yang kotor/ cabul oleh diri sendiri (Mis: masturbasi, sentuhan, mempamerkan diri sendiri, memancing sensasi erotis)
    5. Tindakan homoseksual
    6. Tindakan /perbuatan sexual yang tidak normal (oral, anal, hubungan sedarah, atau melibatkan binatang)
    7. Penggunaan alat kontrasepsi atau ejakulasi terputus
    8. Menolak memenuhi hak-hak pernikahan kepada pasangan tanpa alasan yang cukup atau memintanya secara berlebihan
    9. Berkencan dengan seseorang yang telah bercerai (secara hukum negara) namun masih terikat pernikahan yang sah
    10. Menyebabkan perpisahan yang tidak perlu dari pasangan atau dari anak – anaknya
    11. Seronok dalam berpakaian
    12. Menikmati hiburan yang tidak sehat (Misal: tarian seronok, buku, majalah, gambar, video, TV, internet, grup musik tertentu)
    13. Mengucapkan kata–kata kotor / menjijikkan (jorok, perkataan atau cerita yang vulgar)
    14. Bergaul dengan orang–orang yang bermoral buruk yang melakukan atau berkesempatan untuk melakukan perbuatan dosa

 

  1. Jangan mencuri

Catatan: (1.) Jumlah atau besarnya kerugian harus disebutkan dalam pengakuan (2.) Dosa akan menjadi dosa maut apabila besarnya sesuatu yang dicuri atau dirusakkan sebanding dengan gaji sehari; yang lain termasuk dosa ringan. (3.) Untuk mendapatkan pengampunan dari dosa maut atau ringan harus ada kemauan untuk mengganti atau membayar kerugian

    1. Mencuri barang atau uang
    2. Merusakkan atau menghancurkan milik umum atau milik orang lain
    3. Bekerjasama dengan orang yang melakukan pencurian
    4. Penyelundupan
    5. Membuat tuntutan hukum untuk sesuatu yang tidak adil atau membuat pernyataan yang tidak adil dalam tuntutan hukum
    6. Ketidakjujuran dalam berbisnis
    7. Membebankan harga yang terlalu tinggi / di luar batas
    8. Menutupi / merahasiakan kerusakan pada barang yang ditawarkan untuk dijual
    9. Tidak membayar pekerja / karyawan dengan adil
    10. Gagal melakukan pekerjaan sesuai dengan beban kerja yang sudah dibayar; bekerja dengan tidak baik (bekerja setengah hati)
    11. Kelalaian untuk membayar pajak penghasilan atau kelalaian untuk membayar sesuai jumlah yang benar
    12. Menawarkan atau meneima suap
    13. Berjudi atau bertaruh secara berlebihan
    14. Tidak membayar hutang
    15. Gagal atau menunda–nunda dalam membayar tagihan
    16. Meminjam tanpa ijin pemilik
    17. Tidak melaporkan kembalian / pembayaran yang salah kepada Kasir
    18. Gagal / tidak mengembalikan barang yang dipinjam
    19. Menggunakan uang secara egois atau tidak bertanggung jawab (mis: pengeluaran yang tidak perlu atau belanja yang berlebihan)
    20. Tidak berniat sungguh-sungguh untuk mencari pemilik dari barang yang ditemukan
    21. Gagal berkontribusi dalam menunjang kehidupan Gereja sesuai dengan kemampuannya
    22. Tidak mengganti barang yang dicuri atau rusak
    23. Berbuat curang pada ujian, pelajaran di sekolah atau pekerjaan rumah (bagi pelajar)
    24. Pelanggaran hak cipta dan segala bentuk pembajakan
    25. Berbuat curang pada permainan atau pertandingan olah raga
    26. Menyia-nyiakan atau menggunakan makanan atau barang secara berlebihan

 

  1. Jangan bersaksi dusta terhadap sesamamu manusia
    1. Dengan sengaja berbohong
    2. Sumpah palsu (berbohong dibawah sumpah)
    3. Tidak menjaga/ mentaati sumpah/ janji
    4. Bersumpah untuk melakukan sesuatu yang berdosa/ melawan hukum
    5. Dengan sengaja berusaha mendengarkan pengakuan orang lain dalam kamar pengakuan pribadi
    6. Membahayakan reputasi orang lain (fitnah atau gunjingan)
    7. Menceritakan keburukan orang lain (menjatuhkan nama baik)
    8. Membuka rahasia yang seharusnya disimpan; melanggar kepercayaan
    9. Membaca surat atau dokumen pribadi milik orang lain yang bukan menjadi haknya
    10. Menyombongkan perbuatan dosa
    11. Kritik yang tidak membangun / tidak mengenal belas kasihan
    12. Cepat menuduh dan kecurigaan yang berlebihan
    13. Dengan dengaja menyesatkan atau menipu orang lain
    14. Menolak untuk mengampuni/ memaafkan orang yang sudah meminta maaf, atau menyimpan sakit hati
    15. Gagal meminta maaf kepada orang yang sudah disakiti

 

  1. Jangan ingin berbuat cabul
    1. (Lihat kembali Perintah ke 6)
    2. Pemikiran atau keinginan yang kotor / cabul

 

  1. Jangan ingin akan milik sesamamu manusia secara tidak adil
    1. Mencintai seseorang atau sesuatu melebihi Tuhan
    2. Gagal memberi bantuan kepada yang membutuhkan
    3. Tamak (Keinginan yang berlebihan untuk memiliki sesuatu atau kesenangan akan hal tersebut)
    4. Egois; mengasihani diri sendiri
    5. Ingin memiliki, mengambil atau merusakkan milik orang lain
    6. Keinginan untuk menguasai, mengatur atau membatasi orang lain secara tak adil
    7. Kecemburuan/ iri hati akan keberuntungan orang lain, kebaikan rupa, reputasi atau hak milik; Bergembira diatas kemalangan orang lain
    8. Mengharapkan sesuatu yang buruk untuk orang lain
    9. Keangkuhan, kesombongan, keinginan untuk dipuji
    10. Gagal melakukan sesuatu yang seharusnya dilakukan
    11. Kesadaran untuk melakukan perbuatan dosa dengan memberikan persetujuan dalam hati namun tidak melakukannya dalam tindakan nyata