PAROKI

 

Sejarah Paroki Salib Suci

cropped-cropped-2.jpg

Seiring dengan pesatnya perkembangan pembangunan perumahan di kawasan Tropodo dan sekitarnya, begitu juga dengan perkembangan umat Katolik di wilayah ini, maka dibangunlah Gereja Salib Suci Tropodo. Tepatnya pada tanggal 14 September 1987, dilaksanakan upacara peletakan batu pertama yang dipimpin oleh Romo J. Heijne SVD, selaku kepala Paroki Gembala Yang Baik. Pemilihan tanggal ini memiliki benang merah dengan pembangunan gereja lain, yaitu Gereja Gembala Yang Baik yang diresmikan tanggal 14 Desember 1982 dan Basilika Santo Petrus yang diberkati pada 14 September 335. Gereja Salib Suci adalah pengembangan dari Gereja Gembala Yang Baik, yang beralamat di Jl. Jemur Andayani X/14 Surabaya.

Pada tanggal 5 November 1988 Gereja Salib Suci diresmikan oleh Bupati Sidoarjo Bapak Soegondo. Sehari kemudian, pada 6 November 1988, Gereja Salib Suci diberkati oleh Bapa Uskup Mgr. Aloysius Dibyokarjono Pr. Pada hari itu juga Romo heribert Ballhorn SVD diangkat menjadi Romo Paroki sekaligus juga melantik Ketua Dewan Paroki Bapak Carolus Mado. Baru pada 14 januari 1989 pengurus Dewan Paroki diresmikan oleh Romo Heribert Ballhorn SVD, dengan ketua Bapak Carolus Mado dan wakil Bapak Antonius Soehoed Hadi. Paroki Salib Suci memiliki 4 wilayah yang saat itu masih disebut ‘kring’, yaitu Kring Matias, Kring Agustinus, Kring Petrus Rasul dan Kring Simon.

Sejak resmi berdiri, Gereja Salib Suci masih belum memiliki pastoran, sehingga sementara harus mengontrak rumah di Jln. Raya Wisma Tropodo AA – 1. Baru pada April 1989 dimulailah pembangunan Pastoran tepat disebelah gedung gereja. Perayaan ulang tahun pertama Paroki Salib Suci pada tanggal 14 September 1989, sekaligus menjadi momen peresmian gedung Pastoran. Perayaan Misa Kudus hari Minggu awalnya hanya dilaksanakan tiap pagi pukul 07.30 wib dan sore pukul 17.30 wib, namun mulai hari itu ditambah dengan Misa Minggu pagi pukul 05.30 wib.

Untuk menambah fasilitas Paroki Salib Suci guna menunjang aktivitas umat, maka pada bulan Mei 1990 mulai dibangun Balai Paroki dan juga lonceng gereja. Kemudian pada 3 Juni 1990, Paroki Salib Suci melangsungkan penerimaan Sakramen Krisma untuk pertama kali dengan jumlah penerima 90 orang, yang dipimpin oleh Bapa Uskup Mgr. Aloysius Dibyokarjono Pr. Gedung Balai Paroki  diresmikan dan diberkati oleh Bapa Uskup Mgr. Aloysius Dibyokarjono Pr pada tangga’8 Desember 1991. Mulai saat itu, umat bisa melakukan berbagai aktivitas di Balai Paroki.

Pertambahan jumlah umat yang semakin meningkat dari tahun ke tahun, menuntut adanya pemekaran wilayah yang ada di dalam Paroki Salib Suci. Sejak tahun 1990 sampai tahun 2011 telah dilakukan pemekaran wilayah sebanyak 8 kali. Dari 4 wilayah yang diresmikan pada 14 Januari 1989 (bersamaan dengan peresmian Dewan Paroki pertama), menjadi 14 wilayah sejak tahun 2011.

Umat Paroki Salib Suci yang semakin berkembang, baik dalam jumlah umat maupun aktivitasnya. Membuat gedung gereja tidak lagi mencukupi untuk seluruh umat. Perkembangan jumlah umat yang semakin ke selatan, membuat Paroki Salib Suci harus mendirikan sebuah Gereja yang baru. Akhirnya didirikanlah Gereja Santo Paulus yang berlokasi di Jalan Raya Juanda. Gereja ini diberkati oleh Duta Besar Vatikan, Uskup Agung Malcolm A. Ranjith pada bulan Agustus 2005.

Paroki Salib Suci yang telah merayakan pesta perak 25 tahun pada 14 September 2013, terus mengembangkan diri. Bertumbuhnya iman menjadi salah satu titik penting yang mendasari berbagai langkah dan aktivitas yang dilakukan umat. Dengan visi “Terwujudnya Sebuah Paroki Sebagai Persekutuan Para Imam, Biarawan/wati & Umat yang Bertekun Dalam Pengajaran Para Rasul, yang Bertekun Dalam Persekutuan Berdasarkan saling Mencintai Serta Bertekun Dalam Perayaan Ekaristi, Sakramen-Sakramen dan Doa”, Paroki Salib Suci terus berbenah diri dalam usianya yang semakin dewasa.

Sorry, the comment form is closed at this time.