Bacaan: Yesaya 11:1-10; Lukas 10:21-24
Pada waktu itu bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata, “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan di hati-Mu.
Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tiada seorang pun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang oleh Anak diberi anugerah mengenal Bapa.”
Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya dan berkata, “Berbahagialah mata yang melihat apa yang kalian lihat. Sebab Aku berkata kepada kamu, banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kalian lihat, namun tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kalian dengar, tetapi tidak mendengarnya.”
————————-
Mayoritas kaum elit Yahudi zaman Yesus beranggapan bahwa hanya mereka lah yang boleh dan berhak mengetahui segala sesuatu tentang Allah. Dan sebagai “upah” atas pengetahuan yang mereka miliki tersebut, Kerajaan Allah akan diberikan pertama-tama kepada mereka.
Namun, fakta menunjukkan yang sebaliknya. Para Rasul yang diutus Yesus untuk mewartakan Injil kembali dengan membawa cerita yang sama: hanya “orang-orang kecil”lah yang mau membuka hati untuk mendengarkan dan melakuan firman Tuhan.
Bagi Yesus, yang berkenan di hadapan Bapa-Nya, bukanlah mereka yang cerdik pandai, yang menganggap telah mengetahui segala sesuatu tentang Allah dan kehendak-Nya, namun enggan mempraktekkannya dalam hidup, melainkan mereka yang kecil dan bodoh, tetapi dengan tulus menyerahkan seluruh hidup mereka dalam penyelenggaraan Allah.
Sudahkah kita membuka hati untuk mendengarkan firman Tuhan dan mempraktekkannya dalam hidup sehari-hari?
Rm. Victor Bani, SVD