Renungan Hari Minggu

Dec 062014
 
Yohanes-pembaptis-12

Renungan Harian

Minggu, 7 Desember 2014
Hari Minggu Adven II (U)

Bacaan: Yesaya 40:1-5,9-11; 2 Petrus 3:8-14; Markus 1:1-8

Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah. Seperti ada tertulis dalam kitab nabi Yesaya: “Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan bagi-Mu; ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, Continue reading »

Dec 012014
 

Renungan Harian

Selasa, 2 Desember 2014
Hari Biasa Pekan I Adven (U)

Bacaan: Yesaya 11:1-10; Lukas 10:21-24

Pada waktu itu bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata, “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan di hati-Mu.

Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tiada seorang pun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang oleh Anak diberi anugerah mengenal Bapa.”

Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya dan berkata, “Berbahagialah mata yang melihat apa yang kalian lihat. Sebab Aku berkata kepada kamu, banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kalian lihat, namun tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kalian dengar, tetapi tidak mendengarnya.”

————————-

syukurMayoritas kaum elit Yahudi zaman Yesus beranggapan bahwa hanya mereka lah yang boleh dan berhak mengetahui segala sesuatu tentang Allah. Dan sebagai “upah” atas pengetahuan yang mereka miliki tersebut, Kerajaan Allah akan diberikan pertama-tama kepada mereka.

Namun, fakta menunjukkan yang sebaliknya. Para Rasul yang diutus Yesus untuk mewartakan Injil kembali dengan membawa cerita yang sama: hanya “orang-orang kecil”lah yang mau membuka hati untuk mendengarkan dan melakuan firman Tuhan.

Bagi Yesus, yang berkenan di hadapan Bapa-Nya, bukanlah mereka yang cerdik pandai, yang menganggap telah mengetahui segala sesuatu tentang Allah dan kehendak-Nya, namun enggan mempraktekkannya dalam hidup, melainkan mereka yang kecil dan bodoh, tetapi dengan tulus menyerahkan seluruh hidup mereka dalam penyelenggaraan Allah.

Sudahkah kita membuka hati untuk mendengarkan firman Tuhan dan mempraktekkannya dalam hidup sehari-hari?

Rm. Victor Bani, SVD

Nov 302014
 

Renungan Harian

Senin, 1 Desember 2014
Hari Biasa Pekan I Adven (U)

Bacaan: Yes 2:1-5 atau Yes 4:2-6; Matius 8:5-11

Ketika Yesus masuk ke Kapernaum, da­­tanglah seorang perwira mendapat­kan Dia dan memohon kepada-Nya: ”Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lum­­puh dan ia sangat menderita.” Yesus ber­kata kepadanya: ”Aku akan datang menyem­buhkannya. ”Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: ”Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya.” Setelah Yesus men­dengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya: ”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorang pun di antara orang Israel. Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga.”

—————————————

yesus-dan-centurion-2“Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh…”

Kata-kata di atas, yang keluar dari mulut seorang perwira tentara Romawi, membuat Yesus kagum. Bahkan iman sebesar itu tak pernah didengar-Nya dari mulut seorang Israel.

Ketika tawaran keselamatan yang Yesus berikan kepada orang-orang Yahudi, ditolak, tawaran itu akan diberikan kepada orang lain. Si kafir, perwira Romawi, menyambutnya dengan penuh sukacita. Begitu pun dengan banyak orang dari Timur dan Barat. Karena itulah, mereka boleh duduk makan bersama-sama Abraham, Ishak dan Yakub dalam Kerajaan Surga.

Apa tanggapan Anda terhadapa tawaran keselamatan yang dibawa Yesus?

Rm. Victor Bani, SVD