Gereja Katolik PAROKI SALIB SUCI Tropodo Sidoarjo, Jawa Timur » Wilayah Paulus http://parokisalibsuci.org Situs Resmi Dewan Pastoral Paroki Gereja Katolik Salib Suci, Keuskupan Surabaya Fri, 06 Dec 2013 07:26:32 +0000 en-US hourly 1 http://wordpress.org/?v=3.8 Perayaan Natal 2010 dan Tahun Baru 2011-di Claket Indah Pacet http://parokisalibsuci.org/2011/04/19/perayaan-natal-2010-dan-tahun-baru-2011-di-claket-indah-pacet/ http://parokisalibsuci.org/2011/04/19/perayaan-natal-2010-dan-tahun-baru-2011-di-claket-indah-pacet/#comments Tue, 19 Apr 2011 08:08:04 +0000 http://parokisalibsuci.org/?p=399

Klik di sini, untuk Lihat & Download photo selengkapnya

 

Tujuan dan dasar acara Camping Rohani tahun 2010 yaitu suasana dan bentuk yang berbeda dalam sebuah acara. Setelah diadakan rapat dan pemilihan panitia yang diadakan pada 23 Nopember 2010 di kediaman Bapak Leo Stephanus Suroto, maka disepakati Pesta Natal diadakan secara sederhana dengan dana diambil dari Kas Lingkungan dan Kas Wilayah serta Donatur, dengan pertimbangan tujuan lokasi yang tidak membutuhkan biaya banyak, akhirnya panitia memilih Pondok Claket Indah – Pacet.

Sabtu 08 Januari 2011 pukul 14.30 WiB melalui Bundaran Masjid Ad dakwah Rewwin, walau hujan tetapi para pesertapun tertib dan tetap hadir pada waktunya. Keberangkatan kali ini didoakan oleh asisten Imam Wilayah Bapak AP Muryanto, Pukul 18.00 WIB Romo John OCD telah siap dengan Misa Natal 2010 dan Tahun Baru 2011 semuanya diatur oleh Sia Liturgi Bapak AP Muryanto dan Bapak Gabriel. Serta Bapak Yohanes Hadi selaku Sie Acara. Setelah makan bersama pukul 20.00 WIB acara Natal disajikan per lingkungan dengan bentuk drama, nyanyian dan lain sebagainya.

 

Kerjasama Bapak M. Eko Kintjoko sebagai pemain keyboard juga merangkap ketua Lingkungan III serta Bapak Yohanes Hadi sebagai pembawa Acara merangkap merangkap sebagai gitaris menambah kemeriahan dalam acara Natal tahun ini. Bapak Charles selaku Ketua Panitia menyampaikan rasa terima kasih kepada semua yang terlibat, Demikian juga sambutan ketua Wilayah, sekaligus mengumumkan tugas-tugas umat Wilayah untuk kepentingan Gereja dan kewajibannya, serta tak lupa menyampaikan terima kasih atas kerjasama panitia untuk terlaksananya Natal dan Tahun Baru 2011 ini dalam bentuk yang lain. Sungguh kali ini kita menikmati dan saling mengenal lebih dekat dengan yang lain, khususnya sebagian umat  yang baru mengikuti kegiatan di Wilayah. Pembagian tempat dibagi dua, sebagian didalam kamar dan sebagian lagi di Aula.

Bagi peserta yang tidur diruang kamarpun diacak, sehingga mereka sangat terkesan dengan suasana yang berbeda ini.Tetapi sayang sebagian yang orang tuanya harus menghadiri pertemuan orangtua untuk komuni pertama pada Minggu 09 januari 2011 tidak bisa menghadiri kegiatan ini. Dengan bentuk acara seperti ini, banyak umat yang senang dan terkesan, beberapa umat yang hampir tidak dikenal menjadi kenal dan akrab.

 

Minggu 09 Januari 2011 Pukul 06.00 pagi Bapak Bambang Mariatin dan team beserta Ibu Emmy yang juga anggota Lansia Paroki mulai memimpin olahraga dan senam pernafasan dengan diiringi lagu-lagu.Pukul 07.00 sarapan telah tersedia, setelah dipimpin doa makan oleh Bapak Gabriel, kamipun bergantian menikmati nasi pecel dan lauk pauk yang lain bawaan sebagian umat. Sungguh kami semua rasakan nikmatnya perjamuan makan bersama ini, mulai dari anak-anak Balita sampai Kakek-Nenek saling bercengkrama.Jadwal Acara memang padat, setelah sarapan kitapun berkumpul disuatu tempat terbuka, kembali Bapak Bambang Mariatin memimpin permainan Out Bound. Pesertanya tidak dibatasi, semua boleh ikut mulai Balita sampai Lansia. Banyak umat tidak mengira Bapak Bambang yang orangnya kalem, disaat membawakan permainan Out Bound sungguh energik dan disiplin, seperti kegiatan di Militer saja.Tetapi tidak semua permainan bisa kami nikmati dikarenakan waktu terasa berjalan cepat.

 

Peralatan yang dimiliki dan dibawa Pak Bambang pun tidak semua digunakan. Dari hasil permainan Out Bound kita bisa mengambil hikmah, bahwa melalui kerjasama, kejujuran serta disiplin yang diajarkan menjadikan cermin kita juga. Seandainya saja semua peserta, khususnya para pengurus dapat menerapkan ajakan-ajakan melalui permainan ini, sungguh menjadi kebanggaan tersendiri bagi tugas pelayanan demi untuk kebersamaan.Pukul 12.30 Out Bound diakhiri, disediakan waktu untuk ganti pakaian. Pukul 13.00 Bapak Yohanes Hadi selaku Sie Acara telah memanggil semua peserta untuk kembali berkumpul diAula yang telah bersih, kita semua duduk dialas tikar dan mendengarkan kesan dan pesan serta evaluasi dari peserta. Mewakili lingkungan 1, 2 dan lingkungan 3 telah disampaikan kesan dan pesan. Dari kesimpulan evaluasi,  semua memaklumi ketika berangkat keadaan hujan, sehingga jadwal sedikit terlambat, dan beberapa halangan kecil yang tidak berarti dapat dimaklumi karena melibatkan banyak orang, semua acara telah dapat dilaksanakan tanpa mengurangi jadwal yang ada.

 

Diakhir acara Evaluasi, ketua Wilayah Ibu Lintang Noerwasito, menyampaikan semua persiapan awal hingga terlaksananya Natal Bersama yang penuh dengan pengorbanan ini disampaikan dengan tujuan kebersamaan, karena mengingat umat di lingkungan merindukan kebersamaan. Diharapkan segala persoalan yang ada di lingkungan juga tanggungjawab lingkungan yang lain. Sebagai ketua Panitia Bapak Charles Hutagaol banyak memuji kerja keras dari pencari dana,  ketua lingkungan III dan juga sebagian besar umatnya  sebagai panitia Natal untuk tahun 2010 ini. Diacara Evaluasi ini Ibu Aloysia Triasayu Martoyo menyampaikan rasa puas dan senang mengikuti kegiatan ini dan sekaligus pamit untuk pindah dari Rewwin ke Tambak Rejo per Pebruari 2011.Diharapkan oleh Ibu Ketua Wilayah setelah masuk ke Wilayah Ignatius nanti Ibu Aloysia juga bersedia aktif dan menjadi pengurus ditempat yang baru nanti.Di akhir acara Natal Bersama ini kita semua kembali mengumandangkan kebanggaan Lagu Mars Wilayah persembahan Ibu Premi Putri salah satu umat di lingkungan I dan disambung dengan bergandengan tangan melingkar untuk menyanyikan Lagu Kemesraan dan Lagu Kapan-Kapan.

 

Sebagai Doa penutup Ibu Ketua Wilayah mendapat kepercayaan untuk memimpin doa untuk berkemas, makan siang dan mohon berkat untuk keselamatan dijalan.

Pukul 14.15 kita semua meninggalkan Pondok Celaket Indah – Pacet menuju Bunderan Masjid Ad Dakwah Dan semua berjalan sampai tujuan dengan selamat.

]]>
http://parokisalibsuci.org/2011/04/19/perayaan-natal-2010-dan-tahun-baru-2011-di-claket-indah-pacet/feed/ 4
Terbentuklah Rekat dan Mudika Paulus http://parokisalibsuci.org/2010/10/27/terbentuklah-rekat-mudika-paulus/ http://parokisalibsuci.org/2010/10/27/terbentuklah-rekat-mudika-paulus/#comments Wed, 27 Oct 2010 03:09:45 +0000 http://parokisalibsuci.wordpress.com/?p=64

Siang itu Jum’at 3 Juli 2009 pukul 14.00 di bundaran Ad Dakwah Rewwin, satu persatu anak-anak dari lingkungan I, II dan III tampak berdatangan diantar Ayah atau Ibu mereka. Kelihatan sekali mereka masih asing saat bertemu, karena memang sangat jarang sekali bertemu dengan anak-anak seumur mereka.
Setelah rombongan berkumpul dan Truk dari TNI-AL telah siap, rombongan melakukan doa dipimpin oleh Bapak Bernadus Gutagawi yang memang sedang berada di tempat tersebut. Setelah doa, rombongan berangkat menuju Sasana Krida Jati Jejer – Trawas. Rombongan terdiri dari 1 truk dan 1 mobil. Dalam perjalanan nampaknya mereka sangat senang bercengkrama dan penuh tawa-ria, mereka sangat menikmati perjalanan dengan naik kendaraan yang baru pertama kali mereka rasakan
Sesampai di SK Jati Jejer, mereka tampak kembali senang dan gembira, karena mereka harus menuju lokasi perkemahan dengan menggunakan kereta Kelinci. Sesampai di lokasi mereka di tampung untuk kordinasi di pendopo, mereka dibagi dalam kelompok rekat dan mudika. Setelah diberi pengarahan dan pengelompokkan, mereka mencari tempat tenda “Kuning” yang telah disediakan sesuai dengan nama-nama yang sudah disiapkan. Kordinasi dan pengarahan panitia dibantu oleh kakak-kakak dari mudika paroki. Tujuan melibatkan mudika paroki selain untuk membantu dalam pelaksanaan yang terarah, juga untuk memberikan contoh nyata kepada para rekat dan mudika wilayah bahwa seperti itulah mereka nantinya akan bekerja.


Pemberian materi teori yang dipandu oleh Bapak Bonaventura Suprapto merupakan session pada hari pertama. Penyajian presentasi dengan memutarkan film tentang motivasi diri, bagaimana seseorang yang memiliki keterbatasan fisik atau cacat mampu melahirkan suatu prestasi yang menakjubkan. Demikian pula contoh lain dari binatang semut dan burung yang menunjukkan kebersamaan, keuletan dan kekompakan untuk hidup sebagai suatu kelompok yang melindungi kelompok dan individunya. Mereka juga diberi kesempatan untuk merenungkan dan mengomentari tayangan film tersebut. Pada awalnya mereka masih malu-malu dan enggan untuk menyampaikan pendapat, tetapi ketika seorang gadis kecil Stefani yang masih klas VI SD angkat tangan dan berani mengungkapkan pendapatnya, peserta lainnya ikut angkat bicara, sehingga suasana tegang menjadi cair. Pada Session ini pesan-pesan moral dan kejadian-kejadian dalam film menjadikan anak-anak terbuka dengan nilai kebersamaan dan toleransi kepada teman-teman yang lain.
Pada saat break dan makan malam, peserta mulai saling mengenal dan saling menggoda satu dengan lainnya. Suasana mulai makin semarak dan ramai. Karena panitia yang terdiri orang tua dan pembina yang ikut serta nimbrung bersama. Setelah doa Malam, Bapak H Bambang serta Kakak-kakak Mudika paroki mengajak peserta untuk belajar Poco-poco untuk persiapan besok pagi pada acara senam pagi.
Hasi kedua sabtu 4 Juli 2009 pagi pukul 05.30, para peserta camping bangun untuk persiapan senam agar mereka tidak kedinginan, dengan penuh semangat mereka bangun dan langsung mandi. Setelah sarapan, mereka serius mendengarkan persiapan Out Bond oleh Bapak H Bambang yang dibantu oleh Kakak-kakak Mudika. Berbagai bentuk permainan yang menggelikan yang dikemas untuk membangkitkan sikap mental kebersamaan dan kekompakan. Lebih kurang 12 macam permainan mereka jalani. Tertawa, senang meruapan waktu sementara untuk melupakan tugas rutin di sekolah, membuat mereka lupa waktu makan siang. Memang makan siang di hari kedua ini dijadwalkan pada pukul 13.00 waktunya memang sedikit terlambat, tetapi hal itu bukan merupakan hambatan bagi mereka dan semua kegiatan diawali doa oleh mereka sendiri.
Siang hari tidak ada kegiatan, mereka dapat beristirahat dengan waktu yang cukup banyak. Di saat itulah mereka dapat lebih saling mengenal dan berceritera sambil bermain gitar dan menyanyi. Hingga mereka lupa akan waktu istirahatnya yang telah habis..
Sore setelah mandi dan menikmati snack, merekapun kembali ke Pendopo mendengarkan Materi Session II Oleh Bapak Luluk dan Bapak B.Suprapto. Kali ini mereka kelihatan lebih semangat karena sudah saling mengenal lebih dekat.
Pembagian 4 kelompok diatur oleh kakak mudika paroki yang dibedakan antara Rekat dan Mudika, dengan di beri nama kelompok warna Kuning, Biru, Hijau dan Merah. Setiap kelompok ternyata mempunyai Primadona atau seorang lakon yang memang membuat suasana menjadi lebih semarak. Karena diantara mereka juga ada calon-calon siswa Seminari, dan anak-anak dari daerah lain dengan logat bahasa yang asing bagi sebagian anak. Dari pertanyaan yang dilontarkan oleh Bapak Luluk, setiap kelompok menyampaikan jawaban dan keinginan untuk kegiatan dalam lingkungan secara tertulis. Kesimpulan dari hasil jawaban dan keinginan mereka adalah bahwa mereka sangat merindukan untuk kegiatan di lingkungan dan wilayah bersama teman sebaya.
Pukul 21.30 setelah doa Malam yang dipimpin Bapak Gabriel Guntur selaku Sie Liturgi Wilayah, mereka diajak kakak-kakak Mudika Paroki untuk persiapan acara Api Unggun. Sebagai awal acara sebuah Refleksi diri untuk rekat dan mudika yang disampaikan oleh Ibu Ketua Wilayah dengan suasan yang remang-remang. Setelah itu dilanjutkan dengan acara Api Unggun. Di dalam acara tersebut, setiap kelompok diharuskan menyajikan sebuah pertunjukan yang disaksikan beberapa pengurus wilayah yang hadir pada malam itu. Mereka bebas berekspresi dan ternyata penyajian spontan dengan waktu yang singkat hasilnya sangat luar biasa penuh kreativitas, bakat-bakat terpendam untuk acara ini sungguh kelihatan sekali.
Hari ketiga Minggu, 5 Juli 2009 Pagi pukul 05.30 peserta mulai mengawali kegiatan senam kembali, dan selanjutnya oleh Kak Arya mereka mendapatkan pengarahan untuk acara selanjutnya dan persiapan Misa pukul 11.30 oleh Romo Bruno.


Pada acara Evaluasi yang dipandu oleh kakak-kakak mudika paroki, mereka mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan kegiatan di Wilayah dengan mengadakan pemilihan pengurus. Himbauan agar tidak takut terganggu atau tidak bisa naik kelas bila menjadi Ketua atau pengurus Rekat atau Mudika disampaikan oleh Kak Arya, tentunya semua itu harus dengan dapat mengatur waktu dan terutama mendapat dukungan dari Orangtua. Pengalaman menjadi pengurus, merupakan pengalaman berharga untuk perkembangan anak-anak sendiri. Pengalaman serta himbauan ini juga disampaikan oleh Kak Roni, Kak Memed dan Kak Ventus serta Kak Gembul.
Pada acara tersebut dipilih 4 peserta sebagai calon ketua Rekat dan Mudika Berdasarkan hasil Voting, terpilih pengurus Rekat dan Mudika sebagai berikut :
Ketua Rekat : Gratia Ananda Sinaga
Wakil Ketua : Antonio Marco
Ketua Mudika: Gabriela Natalia
Wakil Ketua : Abraham Louis
Yang merupakan kelegaan bagi pengurus Wilayah adalah bahwa tidak ada satupun pengurus yang terpilah baik rekat atau mudika yang menolak. Hal ini menunjukkan bahwa pemilihan pengurus Rekat atau Mudika tidak dapat langsung, tetapi melalui proses yang membutuhkan ketelatenan dan beaya yang relatif besar.
Sebagai acara penutup disampaikan sambutan oleh Ketua Wilayah dan dari Kakak-kakak Mudika. Ibu ketua Wilayah menyampaikan pesan agar peserta yang terpilih sebagai pengurus Rekat dan Mudika hendaknya dapat mewujudkan dan melibatkan diri pada tugas dalam kegiatan-kegiatan di Wilayah. Hal ini tentunya pengurus bekerja tidak sendirian melainkan harus dibantu oleh teman-teman yang lain dan semoga kesanggupan ini tidak sesaat. Demikian juga dari Kakak-kakak Mudika bersedia membantu bila memang diperlukan. Acara ditutup dengan pada Pukul 02.30 dengan menyanyikan lagu Kemesraan, Kapan-kapan dengan peserta berdiri melingkar dan jabat tangan. Acara diakhiri dengan doa penutup oleh Ibu Lintang – ketua Wilayah Santo Paulus.
Proficiat… untuk Rekat dan Mudika semoga Sukses dan Pantang Menyerah ya …. Tuhan Yesus akan memberkati.
Sayonara …… Kita kembali naik Kereta Kelinci menuju Truk yang telah menunggu untuk kembali ke Rewwin.
Rewwin, Agustus 2009
Lintang Noerwasito

]]>
http://parokisalibsuci.org/2010/10/27/terbentuklah-rekat-mudika-paulus/feed/ 4