Gereja Katolik PAROKI SALIB SUCI Tropodo Sidoarjo, Jawa Timur » Berita Wilayah http://parokisalibsuci.org Situs Resmi Dewan Pastoral Paroki Gereja Katolik Salib Suci, Keuskupan Surabaya Fri, 06 Dec 2013 07:26:32 +0000 en-US hourly 1 http://wordpress.org/?v=3.8 FORUM KOMUNIKASI KETUA WILAYAH (FKKW) di Wilayah Agustinus http://parokisalibsuci.org/2013/03/27/forum-komunikasi-ketua-wilayah-fkkw-di-wilayah-agustinus/ http://parokisalibsuci.org/2013/03/27/forum-komunikasi-ketua-wilayah-fkkw-di-wilayah-agustinus/#comments Wed, 27 Mar 2013 00:41:57 +0000 http://parokisalibsuci.org/?p=739 FKKW-Agstns-2013

Pada hari Minggu, 3 Maret 2013, Forum Komunikasi Ketua Wilayah Paroki Salib Suci Tropodo biasa disingkat FKKW diadakan kembali. Forum ini merupakan sebuah ajang untuk berbagi rasa antar sesama Ketua Wilayah, sehingga mereka bisa saling berbagi suka duka dalam memimpin wilayah masing-masing.

Sebagai tuan rumah untuk FKKW kali ini adalah Wilayah St. Agustinus, dan bertempat di salah satu rumah warga wil. Agustinus, jalan Anjasmoro.

 

Dalam acara kali ini, FKKW dihadiri Romo Servas dan Romo Dasi, dan tentu saja para ketua wilayah, beserta anggota DPP. Pembicaraan berlangsung hangat, ditambah dengan gaya moderasi oleh pak Bambang Sutrisno, mantan ketua wilayah Agustinus, menjadikan pembicaraan antar ketua wilayah semakin gayeng dan guyub.

 

Pokok pembicaraan antar ketua wilayah kali ini, memunculkan beberapa topik terhangat di paroki seperti kondisi OMK dan Rekoleksi Umat. Namun satu topik yang paling hangat diperbincangkan dalam FKKW hari itu adalah tentang jumlah kehadiran umat saat Rekoleksi Umat diadakan di wilayah masing-masing.
Dari hasil perbincangan, tampak bahwa hampir semua wilayah mengalami hal yang sama terkait tingkat kehadiran umat dalam Rekoleksi Umat, yaitu rendahnya persentase kehadiran umat dalam Rekoleksi yang sebenarnya diadakan untuk memeriahkan perayaan Pesta Perak Paroki SS sekaligus memberdayakan iman umat paroki SS.

FKKW-Agstns-2013-2

 

Beberapa ketua wilayah memberikan solusi untuk mengatasi rendahnya minat umat dengan cara tidak dikatakan secara langsung bahwa pertemuan adalah Rekoleksi Umat, sebagai gantinya dikatakan bahwa kegiatan kumpul-kumpul umat ini untuk rujakan, atau arisan, dlsb.
Memang kondisi tersebut (rendahnya minat untuk datang ke Rekoleksi Umat) tidak terjadi di semua wilayah, karena ada juga wilayah yang tidak kekurangan umat (minimal 20 orang) saat mengadakan rekoleksi. Menurut penjelasan sang ketua wilayah tersebut, keadaan ini bisa terjadi karena ada proses “jemput bola” sebelumnya. Maksudnya, para pengurus wilayah, sering melakukan kunjungan ke rumah2 warga di wilayah, sehingga suasana guyub terasa, dan umat tidak merasa asing dengan saudara-saudara mereka sewilayah, dan pada akhirnya membuat mereka tidak ragu-ragu lagi untuk datang ke kegiatan wilayah termasuk Rekoleksi Umat. Ini sebuah contoh yang patut ditiru oleh wilayah-wilayah lain.

 

Satu pokok pikiran yang sama mengenai mengapa tingkat kehadiran umat sangat rendah adalah umat Katolik dinilai tidak suka kalo diminta untuk men-sharing-kan pengalaman imannya. Sehingga apabila ada kegiatan yang bersifat diskusi, atau sharing, seperti Rekoleksi Umat, Pendalaman Iman APP, Pendalaman Iman Advent, yang semua itu bersifat dua arah, maka umat yang datang akan sedikit. Namun bila kegiatan wilayah/lingkungan berupa tindakan satu arah seperti doa rosario, doa lingkungan, doa arwah, atau kegiatan yang bersifat bersenang-senang, seperti olahraga, wisata rohani,  maka banyak umat yang hadir.

Setelah cukup lama terjadi perbincangan mengenai topik yang dianggap meresahkan para ketua wilayah ini, pada akhirnya Romo Dasi memberikan satu ketegasan dan pedoman moral mengenai hal tersebut. Romo Dasi memberikan satu ajaran dari salah satu pembimbing rohani beliau ketika Romo Dasi masih frater dulu. Bahwa kita jangan menjadikan TINGKAT KEHADIRAN UMAT sebagai TARGET, karena kalo hal tersebut yang dijadikan target atas keberhasilan satu kegiatan, maka kita akan lebih sering kecewa. Karena demikianlah memang kondisi manusia, kadang banyak yang hadir, kadang sedikit. Dan kita tidak bisa membatasi atau memaksa para umat untuk hadir atau tidak hadir dalam satu kegiatan. Target dari kegiatan seharusnya adalah siapa orang yang mau hadir, dan apakah nilai dari kegiatan telah sampai ke dalam hati orang yang mau hadir itu.
Tidak cukup sampai di situ, Romo Servas memberikan tambahan dari pengalaman beliau saat membimbing pendalaman Kitab Suci di paroki GYB. Saat itu juga sama. Di saat awal-awal pembentukan kelompok pendalaman iman di sana juga sepi peminat. Namun target saat itu, bukanlah jumlah kehadiran, tetapi KESETIAAN dari mereka yang mau hadir. Benar saja, setelah beberapa lama berjalan, pembinaan iman yang tadinya hanya dihadiri oleh sedikit orang itu, ternyata sekarang telah berkembang pesat, bahkan para Romo di GYB saat itu kebingungan membagi waktu kunjungan karena semakin banyaknya kelompok-kelompok pendalaman Kitab Suci.
Jadi pada akhirnya, target utama dari keberhasilan kegiatan (entah bernama Rekoleksi Umat atau Pendalaman Iman), sekali lagi bukanlah banyak atau sedikitnya umat yang hadir, namun KESETIAAN dari umat yang mau hadir, dan KESINAMBUNGAN dari kegiatan yang diadakan. Sehingga lama kelamaan, umat yang hadir akan mendapatkan hasil, dan otomatis prinsip “gethok tular” akan terjadi dan kegiatan tersebut akan berkembang pesat dengan sendirinya.

 

Akhirnya, FKKW ditutup dengan doa dan berkat dari Romo Servas, lalu dilanjutkan dengan ramah tamah dan makan siang bersama. Sambil makan-makan, para peserta dapat saling berbincang santai tentang apa saja, sambil menyantap buah-buahan sebagai pencuci mulut

 

Akhir kata, kami dari Wilayah Agustinus sangat bersyukur kepada Tuhan bahwa acara FKKW akhirnya berakhir dengan baik, dan mendapatkan banyak pencerahan, terutama dari para romo paroki dan saudara-saudari dari Wilayah lain.

 

Terima kasih romo Servas dan romo Dasi atas nasehat-nasehatnya, semoga kami dapat melaksanakan nasehat tersebut dengan baik di hari-hari mendatang. Terima kasih untuk para Ketua Wilayah yang telah hadir untuk berbagi rasa sehingga diharapkan kita, sebagai warga Paroki Salib Suci, tidak lagi memiliki batas-batas di antara umat Paroki. Terima kasih juga untuk para anggota DPP untuk bimbingannya, semoga kerja sama ini semakin berkembang di hari selanjutnya. Amin

]]>
http://parokisalibsuci.org/2013/03/27/forum-komunikasi-ketua-wilayah-fkkw-di-wilayah-agustinus/feed/ 0
BIAK St Agustinus Telah Dimulai Kembali http://parokisalibsuci.org/2012/09/16/biak-st-agustinus-telah-dimulai-kembali/ http://parokisalibsuci.org/2012/09/16/biak-st-agustinus-telah-dimulai-kembali/#comments Sun, 16 Sep 2012 02:53:28 +0000 http://parokisalibsuci.org/?p=675 Ya, telah dimulai kembali, adalah kalimat yang tepat untuk menggambarkan kondisi BIAK Wilayah St.Agustinus.

Setelah cukup lama kosong tidak ada kegiatan, maka mulai tahun 2012 ini, tepatnya di bulan Juli, anak-anak wilayah St.Agustinus yang berusia sekolah SD ke bawah, telah mendapatkan kembali pelayanan BIAK yang telah lama hilang. Meski dengan segala keterbatasan, baik tempat, waktu maupun prasarana, namun para pembina BIAK Wilayah St.Agustinus, dengan dibantu para warga Wilayah dengan sumbangan-sumbangan sarana dan prasarananya, maka BIAK Wilayah St.Agustinus dapat memulai kegiatannya secara rutin setiap hari Sabtu Sore, pk.16.00, bertempat di rumah milik salah seorang warga yang kebetulan kosong tidak ditempati, beralamat di Anjasmoro kav 28, perum Wisma Tropodo. Kita layak untuk bersyukur dan berterima kasih pada Tuhan atas karuniaNya ini.

Kegiatan BIAK ini berfokus pada pengembangan diri anak-anak, sehingga mereka nantinya dapat berani memimpin, dan memiliki iman yang kuat atas Yesus dan GerejaNya.

Mereka dilatih untuk taat dan duduk diam, mendengarkan kisah Tuhan menyelamatkan umatNya, dengan mendengarkan bacaan Kitab Suci yang dibacakan bergantian per ayat, lalu mendengarkan kisah ulang dari bacaan Kitab Suci dari pengalaman pribadi para pembina BIAK, sehingga anak-anak dapat meniru iman pada pembina BIAK.

Selain itu, anak-anak juga dibina untuk berani memimpin di depan orang lain. Dengan panduan pembina BIAK, anak-anak diminta untuk berani tampil menyanyi di depan teman-teman mereka.

Pada akhir acara, ada pembagian hadiah kecil bila anak-anak dapat menjawab pertanyaan dari kakak-kakak pembina BIAK. Selain sedikit makanan kecil untuk dibawa pulang.

Semua ini dapat dilakukan terutama karena pertolongan Tuhan saja, yang telah menggerakkan hati banyak orang untuk membangkitkan kembali kegiatan BIAK wilayah St.Agustinus. Tuhan telah menggerakkan mereka yang mau melayani untuk mengajar anak-anak yang merupakan masa depan kita dan Gereja, juga terimakasih kepada Tuhan yang telah menggerakkan para warga yang mau menyumbangkan sarana danprasana lain untuk lancarnya kegiatan BIAK ini.

Semoga BIAK St Agustinus dapat terus berkembang, dan menjadikan anak-anak ini nantinya menjadi batu penjuru untuk membangun wilayah pada khususnya, dan Gereja pada umumnya.

 

 

]]>
http://parokisalibsuci.org/2012/09/16/biak-st-agustinus-telah-dimulai-kembali/feed/ 0
Pesta Nama Wilayah St Agustinus 28 Agustus 2012 http://parokisalibsuci.org/2012/09/16/pesta-nama-wilayah-st-agustinus/ http://parokisalibsuci.org/2012/09/16/pesta-nama-wilayah-st-agustinus/#comments Sun, 16 Sep 2012 00:42:34 +0000 http://parokisalibsuci.org/?p=667 Seperti biasa, dalam satu tahun, Gereja merayakan satu hari pesta Santo Agustinus, yang pada tahun 2012 ini jatuh pada hari Selasa tanggal 28 Agustus 2012. Seperti biasa juga, Wilayah St Agustinus Paroki Salib Suci Tropodo merayakannya juga sebagai hari pesta nama wilayah, dan merayakannya dengan khidmat dan sederhana. Namun untuk tahun ini, ada yang sedikit berbeda.

 

Biasanya, setelah perayaan pesta dalam Misa (yang diisi oleh  para warga wilayah, seperti lektor, koor, pembantu imam, persembahan, kolektan) akan ada makanan/minuman ringan yang bisa disantap oleh semua orang yang hadir dalam pesta hari itu, Nah, kebiasaan ini tidak berubah. Yang berbeda untuk kali ini adalah asal makanannya. Utk tahun ini, Wilayah St.Agustinus memanggil satu rombong soto dari Pondok Candra untuk menjamu para tamu. Jamuan soto tentu tidaklah lengkap tanpa jajanan pasar sebagai camilan pembuka dan es blewah untuk melegakan tenggorokan sebagai minuman penutup.

Dengan sistem prasmanan, menjadikan perayaan pesta hari itu semakin berkesan. Setiap orang dapat saling mengucapkan salam dan selamat atas pesta ini. Keguyuban antar warga Wilayah dan juga dengan warga-warga Wilayah yang lain yang kebetulan hadir menjadi terbangun dan memberikan ikatan batin lebih dalam [Amin!].

Semoga dengan keguyuban yang dibangun di akhir pesta semakin memberi kita semua, para warga Wilayah St.Agustinus Paroki Salib Suci Tropodo khususnya dan seluruh warga Gereja pada umumnya, satu semangat baru untuk membangun hubungan komunikasi dalam Gereja sesuai semangat St.Agustinus  “Di sini kami tidak membicarakan yang buruk tentang siapa pun.”

Semoga Tuhan selalu memberi karuniaNya kepada kita semua, bukan hanya warga Wil.St.Agustinus tapi utk seluruh warga Gereja, semangat mempertobatkan banyak orang terutama diri kita sendiri, karena kita sudah tahu, bahwa kita adalah orang berdosa yang telah diselamatkan karena kasih karunia Tuhan, seperti yang telah terjadi dalam diri St.Agustinus (silakan dibaca kisah hidup St.Agustinus di situs yesaya,indocell.net berikut [klik disini]).

Semoga semangat St.Agustinus ini, menjadikan kita memiliki bahan bakar yang baru untuk melayani sesama dan Gereja.

]]>
http://parokisalibsuci.org/2012/09/16/pesta-nama-wilayah-st-agustinus/feed/ 0
BIAK Elisabet http://parokisalibsuci.org/2012/08/07/biak-elisabet/ http://parokisalibsuci.org/2012/08/07/biak-elisabet/#comments Tue, 07 Aug 2012 02:29:01 +0000 http://parokisalibsuci.org/?p=662

Tiap seminggu sekali di kediaman keluarga Aris Prabowo, anak-anak itu berkumpul, saling melepas rindu, berdoa bersama, mendengar sabda Tuhan bersama, menyanyi, menari, bahkan saling bertukar kemampuan. Canda, tawa, begitu riang…seneng rasanya selalu diberkati Tuhan.

]]>
http://parokisalibsuci.org/2012/08/07/biak-elisabet/feed/ 2
Wisata Rohani Wilayah St Agustinus http://parokisalibsuci.org/2012/01/10/wisata-rohani-wilayah-st-agustinus/ http://parokisalibsuci.org/2012/01/10/wisata-rohani-wilayah-st-agustinus/#comments Tue, 10 Jan 2012 03:10:37 +0000 http://parokisalibsuci.org/?p=547 Pada tanggal 26-27 Nov 2011, Wilayah St Agustinus (lingkungan I dan lingkungan II) mengadakan wisata rohani ke Pohsarang Kediri. Jumlah peserta sekitar 33 orang (termasuk 4 anak-anak), dan berangkat pulang pergi menggunakan 5 mobil pribadi sumbangan warga lingkungan. Penginapan menggunakan Wisma Yohanes, yang memiliki fasilitas lengkap, mulai dari kapel yang besar, ruangan multi fungsi lengkap dgn pengeras suara, kolam renang, serta kamar2 besar ber-AC.

Kolam Renang Di Wisma Yohanes

Kolam Renang Di Wisma Yohanes

Berikut adalah peta lokasi Wisma Yohanes yang terletak di bagian lebih atas dari gereja batu Pohsarang jika dilihat dari kompleks gereja. Wisma Yohanes dalam peta ini diberi lingkaran merah, sedang latar depan adalah kompleks gereja batu Pohsarang.

Acara dimulai dengan pemberangkatan 3 klobil (kelompok bermobil) pada pk 14:00 WIB hari Sabtu tgl 26 Nov 2011 dari rumah salah satu warga. Sementara itu 2 klobil telah diberangkatkan lebih dahulu pada pagi hari pk.09:00, selain untuk menghindari macet juga utk mempersiapkan kedatangan rombongan yang lebih besar.

Akhirnya pada pk.18:30 WIB, puji Tuhan, semua peserta dapat tiba dengan selamat di Wisma Yohanes, dan setelah semua peserta masuk ke cottage dan kamar masing-masing untuk membersihkan diri, maka pk 19:00 santap malam bersama dilaksanakan dengan diawali doa makan dipimpin sie liturgi dari lingkungan I.

Satu jam kemudian, semua peserta berkumpul di kapel , untuk ibadat sabda dan doa rosario. Setelah selesai semuanya, maka peserta mendapatkan acara bebas, sebagian besar menggunakan waktu ini dengan bercakap-cakap di teras cottage bernama Veronika (yang merupakan cottage utama tempat hampir semua peserta menginap). Sebagian kecil lainnya, langsung beranjak masuk kamar (termasuk penulis krn anak2 minta ditemani tidur).

Keesokan harinya, sebelum pk.06:00 WIB, semua peserta tampak sudah bangun. Peserta anak2 mengadakan acara mereka sendiri, yaitu berenang. Kebetulan air kolam renang terasa hangat, mungkin karena udara memang sedang panas-panasnya. Satu dua peserta wisata rohani melakukan jogging ringan, dan sebagian yang lain mencari buah-buahan untuk cemilan pagi terutama buah Mangga yang memang banyak ditanam di komplek wisma ini. Sesuai peraturan tak tertulis yang disampaikan oleh pengurus wisma yang menyatakan agar buah2an yang diambil dari komplek wisma harus dimakan di dalam kompleks dan tidak boleh dibawa pulang, maka tidak banyak buah Mangga yang diambil.

Penulis menyempatkan diri berkeliling kompleks Wisma, dan menemukan bahwa kompleks ini sangat sunyi, dan cocok untuk retret/rekoleksi. Apalagi didukung dengan penataan taman2 yang asri, dan jarak antar cottage yang berjauhan, menjadikan suasana Wisma ini sangat mendukung untuk kegiatan reflektif-meditatif. Salah satu tempat yang menarik adalah patung salib Yesus yang besar.

Patung Salib Yesus Kristus

Patung Salib Yesus Kristus

Dibawah salib ini disediakan tempat lilin, tempat persembahan, tempat duduk yang teduh … sangat cocok untuk berdoa.

Masuk ke pk.7:00 WIB, perut para peserta, terutama penulis, sudah mulai meminta jatah, maka makan pagi pun dilangsungkan dengan suasana penuh keceriaan.

Akhirnya pk.9:00 WIB, semua peserta turun ke kompleks gereja batu Pohsarang, untuk memulai kegiatan rohani kedua yaitu ibadah jalan salib. Sebelum turun, semua peserta berpose sejenak di depan kompleks Wisma Yohanes, sekedar untuk mendapatkan memorabilia wisata rohani kali ini.

Para Peserta

Para Peserta

Sesampainya di depan gerbang awal prosesi jalan salib, maka semua peserta memulai prosesi jalan salib dengan khidmat.

Gerbang Jalan Salib Pohsarang

Gerbang Jalan Salib Pohsarang

Sebab dengan salib suciMu Engkau telah menebus dunia

Sebab dengan salib suciMu Engkau telah menebus dunia

Jangalah Tangisi Daku ...

Jangalah Tangisi Daku ...

Kompleks jalan salib dinaungi dedaunan yang rindang dari pohon-pohon di sekitarnya. Pohon-pohon bambu yang memagari kompleks kadang menimbulkan suara derikan, yang seringkali membuat kaget para peserta terutama utk mereka yang tidak pernah mendengarnya. Sebagai saran, sebaiknya gunakan topi, karena serindang-rindangnya pepohonan di kompleks ini tetaplah sinar matahari menerobos masuk dan membuat kulit terasa pedih terkena sengatannya.

salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu ...

salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu ...

Selesai ibadah jalan salib, yang dilewati dalam alur yang berkelok-kelok dan naik turun tersebut, para peserta mendapat sedikit kesempatan untuk mengunjungi toko-toko di kompleks Gua Maria Lourdes Pohsarang, untuk sekedar membeli oleh-oleh atau air minum pelepas dahaga. Yang menarik adalah mendekati pukul 11.00, banyak penjual yang mengingatkan calon-calon pembeli mereka untuk mulai menuju ke gereja batu Pohsarang, karena Misa Kudus akan segera dimulai … Salut untuk para penjual tersebut.

Pk.11.00, Misa Kudus khas Jawa, dengan lagu-lagu berbahasa Jawa halus dan dengan tata ibadat yang seluruhnya dibawakan dalam bahasa Jawa Halus yang hampir-hampir tidak kami kenal, dimulai. Selain kendala bahasa, sebenarnya Misa Kudus ini tetaplah dapat diikuti karena tata ibadat yang sama persis dengan yang berbahasa Indonesia, sehingga kami mengikutinya dengan menggunakan Puji Syukur yang kami bawa. Kesulitan utama sebenarnya terjadi saat kotbah karena kotbah juga dibawakan dalam bahasa Jawa halus. Kami tidak bisa mengikuti sama sekali kotbah kali ini, namun melihat ke sekeliling kami yang tampak bahwa banyak umat terdiri dari bapak-ibu yang sudah “sepuh” namun khusuk ikut Misa ini, membuat kami berpikir bahwa kami tidaklah layak mendapatkan layanan dalam bahasa Indonesia, karena kami hanyalah turis disini, merekalah, para penduduk sekitar, yang setiap kali hadir di gereja Pohsarang sini, merekalah yang lebih membutuhkan hidangan rohani dalam rupa kotbah dengan bahasa yang lebih mereka mengerti. Sedangkan kami sendiri, hanya cukup berdoa, “Ya Tuhan Terjadilah Padaku Menurut KehendakMu”, tanpa perlu kami mengerti apa arti kata-kataNya, tapi kami cukup melangkah ke depan untuk menjalaninya saja.

Pk.13.00, semua peserta kembali ke Wisma untuk menikmati santap siang, dan kemudian satu demi satu klobil kembali ke Surabaya … eh salah, Sidoarjo …

Semoga wisata rohani kali ini, meningkatkan keakraban diantara semua anggota lingkungan Wilayah St Agustinus …

Santo Agustinus doakanlah kami, Amin

Santo Agustinus doakanlah kami, Amin

sumber:
foto2 dokumentasi penulis dan salah satu peserta.
gambar st.Agustinus dari http://yesaya.indocell.net

note:
All images may be subject to copyright …

 

]]>
http://parokisalibsuci.org/2012/01/10/wisata-rohani-wilayah-st-agustinus/feed/ 0
Lingkungan 2, Wilayah St. Elisabet, ber-devosi di Pohsarang http://parokisalibsuci.org/2011/05/31/lingkungan-2-wil-elisabet-ber-devosi-di-pohsarang/ http://parokisalibsuci.org/2011/05/31/lingkungan-2-wil-elisabet-ber-devosi-di-pohsarang/#comments Tue, 31 May 2011 02:20:07 +0000 http://parokisalibsuci.org/?p=460

Pada Minggu, 29 Mei 2011, Keluarga Besar Lingkungan 2 Wilayah St. Elisabet, melakukan devosi keluarga secara bersama-sama kepada Bunda Maria, di Goa Maria Lourdes Pohsarang,…Klik di sini untuk melihat rekaman gambar selengkapnya, dam selanjutnya silahkan di-download apabila memerlukan untuk dicetak atau dikoleksi

]]>
http://parokisalibsuci.org/2011/05/31/lingkungan-2-wil-elisabet-ber-devosi-di-pohsarang/feed/ 0
Perayaan Natal 2010 dan Tahun Baru 2011-di Claket Indah Pacet http://parokisalibsuci.org/2011/04/19/perayaan-natal-2010-dan-tahun-baru-2011-di-claket-indah-pacet/ http://parokisalibsuci.org/2011/04/19/perayaan-natal-2010-dan-tahun-baru-2011-di-claket-indah-pacet/#comments Tue, 19 Apr 2011 08:08:04 +0000 http://parokisalibsuci.org/?p=399

Klik di sini, untuk Lihat & Download photo selengkapnya

 

Tujuan dan dasar acara Camping Rohani tahun 2010 yaitu suasana dan bentuk yang berbeda dalam sebuah acara. Setelah diadakan rapat dan pemilihan panitia yang diadakan pada 23 Nopember 2010 di kediaman Bapak Leo Stephanus Suroto, maka disepakati Pesta Natal diadakan secara sederhana dengan dana diambil dari Kas Lingkungan dan Kas Wilayah serta Donatur, dengan pertimbangan tujuan lokasi yang tidak membutuhkan biaya banyak, akhirnya panitia memilih Pondok Claket Indah – Pacet.

Sabtu 08 Januari 2011 pukul 14.30 WiB melalui Bundaran Masjid Ad dakwah Rewwin, walau hujan tetapi para pesertapun tertib dan tetap hadir pada waktunya. Keberangkatan kali ini didoakan oleh asisten Imam Wilayah Bapak AP Muryanto, Pukul 18.00 WIB Romo John OCD telah siap dengan Misa Natal 2010 dan Tahun Baru 2011 semuanya diatur oleh Sia Liturgi Bapak AP Muryanto dan Bapak Gabriel. Serta Bapak Yohanes Hadi selaku Sie Acara. Setelah makan bersama pukul 20.00 WIB acara Natal disajikan per lingkungan dengan bentuk drama, nyanyian dan lain sebagainya.

 

Kerjasama Bapak M. Eko Kintjoko sebagai pemain keyboard juga merangkap ketua Lingkungan III serta Bapak Yohanes Hadi sebagai pembawa Acara merangkap merangkap sebagai gitaris menambah kemeriahan dalam acara Natal tahun ini. Bapak Charles selaku Ketua Panitia menyampaikan rasa terima kasih kepada semua yang terlibat, Demikian juga sambutan ketua Wilayah, sekaligus mengumumkan tugas-tugas umat Wilayah untuk kepentingan Gereja dan kewajibannya, serta tak lupa menyampaikan terima kasih atas kerjasama panitia untuk terlaksananya Natal dan Tahun Baru 2011 ini dalam bentuk yang lain. Sungguh kali ini kita menikmati dan saling mengenal lebih dekat dengan yang lain, khususnya sebagian umat  yang baru mengikuti kegiatan di Wilayah. Pembagian tempat dibagi dua, sebagian didalam kamar dan sebagian lagi di Aula.

Bagi peserta yang tidur diruang kamarpun diacak, sehingga mereka sangat terkesan dengan suasana yang berbeda ini.Tetapi sayang sebagian yang orang tuanya harus menghadiri pertemuan orangtua untuk komuni pertama pada Minggu 09 januari 2011 tidak bisa menghadiri kegiatan ini. Dengan bentuk acara seperti ini, banyak umat yang senang dan terkesan, beberapa umat yang hampir tidak dikenal menjadi kenal dan akrab.

 

Minggu 09 Januari 2011 Pukul 06.00 pagi Bapak Bambang Mariatin dan team beserta Ibu Emmy yang juga anggota Lansia Paroki mulai memimpin olahraga dan senam pernafasan dengan diiringi lagu-lagu.Pukul 07.00 sarapan telah tersedia, setelah dipimpin doa makan oleh Bapak Gabriel, kamipun bergantian menikmati nasi pecel dan lauk pauk yang lain bawaan sebagian umat. Sungguh kami semua rasakan nikmatnya perjamuan makan bersama ini, mulai dari anak-anak Balita sampai Kakek-Nenek saling bercengkrama.Jadwal Acara memang padat, setelah sarapan kitapun berkumpul disuatu tempat terbuka, kembali Bapak Bambang Mariatin memimpin permainan Out Bound. Pesertanya tidak dibatasi, semua boleh ikut mulai Balita sampai Lansia. Banyak umat tidak mengira Bapak Bambang yang orangnya kalem, disaat membawakan permainan Out Bound sungguh energik dan disiplin, seperti kegiatan di Militer saja.Tetapi tidak semua permainan bisa kami nikmati dikarenakan waktu terasa berjalan cepat.

 

Peralatan yang dimiliki dan dibawa Pak Bambang pun tidak semua digunakan. Dari hasil permainan Out Bound kita bisa mengambil hikmah, bahwa melalui kerjasama, kejujuran serta disiplin yang diajarkan menjadikan cermin kita juga. Seandainya saja semua peserta, khususnya para pengurus dapat menerapkan ajakan-ajakan melalui permainan ini, sungguh menjadi kebanggaan tersendiri bagi tugas pelayanan demi untuk kebersamaan.Pukul 12.30 Out Bound diakhiri, disediakan waktu untuk ganti pakaian. Pukul 13.00 Bapak Yohanes Hadi selaku Sie Acara telah memanggil semua peserta untuk kembali berkumpul diAula yang telah bersih, kita semua duduk dialas tikar dan mendengarkan kesan dan pesan serta evaluasi dari peserta. Mewakili lingkungan 1, 2 dan lingkungan 3 telah disampaikan kesan dan pesan. Dari kesimpulan evaluasi,  semua memaklumi ketika berangkat keadaan hujan, sehingga jadwal sedikit terlambat, dan beberapa halangan kecil yang tidak berarti dapat dimaklumi karena melibatkan banyak orang, semua acara telah dapat dilaksanakan tanpa mengurangi jadwal yang ada.

 

Diakhir acara Evaluasi, ketua Wilayah Ibu Lintang Noerwasito, menyampaikan semua persiapan awal hingga terlaksananya Natal Bersama yang penuh dengan pengorbanan ini disampaikan dengan tujuan kebersamaan, karena mengingat umat di lingkungan merindukan kebersamaan. Diharapkan segala persoalan yang ada di lingkungan juga tanggungjawab lingkungan yang lain. Sebagai ketua Panitia Bapak Charles Hutagaol banyak memuji kerja keras dari pencari dana,  ketua lingkungan III dan juga sebagian besar umatnya  sebagai panitia Natal untuk tahun 2010 ini. Diacara Evaluasi ini Ibu Aloysia Triasayu Martoyo menyampaikan rasa puas dan senang mengikuti kegiatan ini dan sekaligus pamit untuk pindah dari Rewwin ke Tambak Rejo per Pebruari 2011.Diharapkan oleh Ibu Ketua Wilayah setelah masuk ke Wilayah Ignatius nanti Ibu Aloysia juga bersedia aktif dan menjadi pengurus ditempat yang baru nanti.Di akhir acara Natal Bersama ini kita semua kembali mengumandangkan kebanggaan Lagu Mars Wilayah persembahan Ibu Premi Putri salah satu umat di lingkungan I dan disambung dengan bergandengan tangan melingkar untuk menyanyikan Lagu Kemesraan dan Lagu Kapan-Kapan.

 

Sebagai Doa penutup Ibu Ketua Wilayah mendapat kepercayaan untuk memimpin doa untuk berkemas, makan siang dan mohon berkat untuk keselamatan dijalan.

Pukul 14.15 kita semua meninggalkan Pondok Celaket Indah – Pacet menuju Bunderan Masjid Ad Dakwah Dan semua berjalan sampai tujuan dengan selamat.

]]>
http://parokisalibsuci.org/2011/04/19/perayaan-natal-2010-dan-tahun-baru-2011-di-claket-indah-pacet/feed/ 4
Bakti Sosial Wilayah Petrus Rasul http://parokisalibsuci.org/2011/03/29/bakti-sosial-wilayah-petrus-rasul/ http://parokisalibsuci.org/2011/03/29/bakti-sosial-wilayah-petrus-rasul/#comments Tue, 29 Mar 2011 05:00:40 +0000 http://parokisalibsuci.org/?p=331

Lihat & Download Foto yang lain secara lengkap Klik di sini

Bakti Sosial oleh Ibu-Ibu Lingkungan Belimbing ke Wilayah Yosep Paroki Salib Suci Tropodo, yang dilaksanan pada hari Jumat, tanggal 25 Februari 2011 yang lalu

]]>
http://parokisalibsuci.org/2011/03/29/bakti-sosial-wilayah-petrus-rasul/feed/ 2
Mukjizat Ekaristi http://parokisalibsuci.org/2010/11/01/mukjizat-ekaristi/ http://parokisalibsuci.org/2010/11/01/mukjizat-ekaristi/#comments Mon, 01 Nov 2010 08:00:20 +0000 http://parokisalibsuci.wordpress.com/?p=147

Rekoleksi Keluarga

Pada tanggal 25 – 26 ASeptember 2010 yang lalu wilayah Arnoldus mengadakan rekoleksi di Leduk – Pasuruan. Acara yang dikemas bersama  paguyuban Soverdia yang diikuti sebanyak 88 peserta dengan rincian 51 umat dari Wilayah Arnoldus, 25 umat  Sakramen Maha Kudus, dan 12 umat Yohanes Pemandi.Kemasan rekoleksi  ini benar-benar dimaknai sebagai  pembaharuan iman sebagai pemantapan rohani umat wilayah Arnoldus karena sejak kedatangan hingga berakhir  acara secara penuh diisi dengan ceramah tentang MUJIZAT EKARISTI yang dibawakan oleh Rm. Elenterius Bon, SVD dan diakhiri dengan misa kudus.Kemasan acara pada hari pertama dimulai jam 17.30 s/d 21.00 dibagi dua sesi dan ditutup dengan Adorasi, sedang pada hari kedua  dimulai jam 06.15 dengan ibadat pagi dilanjutkan sesi III serta tanya jawab. Hasil yang didapat dari rekoleksi ini umat lebih disadarkan akan makna mujizat ekaristi sebagai  suatu tanda kehadiran Kristus dalam setiap kita mengikuti misa. Di mana pujian dan doa yang kita panjatkan  serta ritual yang kita ikuti bermakna  penghormatan kepada Kristus  sebagai pusat iman dan madah pujian agung kepada Allah Bapa Sang Pencipta. (P. Wahyu)

]]>
http://parokisalibsuci.org/2010/11/01/mukjizat-ekaristi/feed/ 3
Paduan Suara Biak http://parokisalibsuci.org/2010/10/29/paduan-suara-biak/ http://parokisalibsuci.org/2010/10/29/paduan-suara-biak/#comments Fri, 29 Oct 2010 04:39:11 +0000 http://parokisalibsuci.wordpress.com/?p=126 Metode Menumbuhkembangkan Jiwa Pelayanan Sejak Dini.

Beberapa waktu belakangan ini, ada hal berbeda yang ditampilkan oleh wilayah Fransiskus Assisi (FA) sebagai sumbangsihnya pada Gereja kita, yaitu keikutsertaan anak-anak anggota BIAK wilayah FA dalam tugas paduan suara untuk misa mingguan di Gereja Salib Suci. Di bawah asuhan Ibu Bimo, selaku koordinator paduan suara BIAK FA, anak-anak diajak untuk turut serta ambil bagian dalam pelayanan di Gereja. “Tujuan kami mengembangkan paduan suara BIAK di wilayah Fransiskus Assisi didasarkan atas pemikiran bahwa anak-anak usia BIAK harus selalu diberi kesempatan dan dilibatkan dalam pelayanan, agar jiwa pelayanan terhadap Gereja dan sesama bisa tumbuh sejak dini dalam diri anak-anak kita,” ujar Bu Bimo.

Bu Bimo berkisah, pada awalnya ide untuk menampilkan paduan suara BIAK ini mengalami pro dan kontra dikarenakan kekhawatiran para orang tua yang takut jika anak-anak mereka malah akan berbuat ulah dan nakal saat tugas paduan suara berlangsung. Namun, dengan keyakinan yang teguh Bu Bimo dan tim Pembina BIAK wilayah FA lainnya dapat mengatasi hal tersebut. “Awalnya para orang tua memang khawatir anak-anak mereka akan sulit dilatih dan berbuat nakal saat tugas, tetapi saya dan Pembina lainnya tetap meyakinkan para orang tua bahwa kami bisa mengarahkan anak-anak untuk bernyanyi dengan baik dan bersikap tenang saat tugas di Gereja,” kata Bu Bimo.

Ternyata usaha yang dilakukan Bu Bimo beserta timnya itu tidak sia-sia. Hal ini terbukti dari keberhasilan dua kali penampilan paduan suara BIAK FA dalam tugas misa mingguan di Gereja. Dalam dua kali penampilan tersebut, terbukti bahwa anak-anak BIAK wilayah FA dapat melakukan tugas paduan suara dengan baik. Mereka bernyanyi dengan semangat dan bisa bersikap tenang saat Romo sedang memberikan homili. Bahkan di dua penampilan itu, Bu Bimo mencoba memberi warna berbeda dalam aransemen musik yang dimainkan, yaitu dengan menambahkan alat musik flute dan recorder untuk mengiringi lagu-lagu yang dinyanyikan.

“Paduan suara BIAK wilayah kami memang sudah tampil dua kali. Dalam dua kali penampilan tersebut koor BIAK FA bisa menunjukkan pada para orang tua dan umat bahwa anak-anak seusia mereka juga bisa bernyanyi dengan baik dan hasilnya pun sungguh mengagumkan. Dan dari dua kali penampilan itu, kami juga banyak mendapat apresiasi positif dari umat terutama karena kami berani memberi aransemen berbeda pada musik yang mengiringi lagu yang dibawakan anak-anak dengan menambahkan iringan alat musik flute saat penampilan pertama dan menambahkan iringan alat musik recorder saat penampilan kedua, dimana alat-alat musik itu juga dimainkan sendiri oleh anak-anak BIAK kami. Selain itu, saya pun sangat bersyukur karena di wilayah Fransiskus Assisi ada saudari Siska yang berkompeten dalam mengiringi anak-anak dengan menggunakan berbagai macam alat musik,“ cerita ibu dua anak ini dengan semangat.

Adanya apresiasi positif dari umat atas penampilan paduan suara BIAK FA pada akhirnya menjadi motivasi bagi Bu Bimo beserta timnya untuk makin mengembangkan paduan suara BIAK di wilayah mereka. Bahkan untuk makin memperbaiki penampilan anak-anak BIAK FA di kesempatan tugas yang akan datang, Bu Bimo pernah mengundang Mas Sius (wilayah Ignatius) dalam latihan paduan suara BIAK FA untuk memberikan masukan kepada para Pembina mengenai hal-hal apa saja yang masih perlu diperbaiki. “Saya memang sempat mengundang saudara Sius saat latihan paduan suara BIAK di wilayah kami untuk sekedar sharing dan meminta masukan bagi kekurangan-kekurangan kami para Pembina dalam melatih, terutama dalam hal teknis bernyanyi,” ucap Bu Bimo.

Semangat untuk menjadi lebih baik pun ditunjukkan oleh anak-anak anggota BIAK FA sendiri. Hal ini tampak dari jumlah anak-anak yang ikut serta dalam paduan suara tersebut yang bisa mencapai jumlah kurang lebih 40 anak. Lalu, bagaimana cara mengumpulkan anak-anak dalam jumlah yang tidak sedikit itu? Bu Bimo menjelaskan bahwa ia dan timnya mengumpulkan anak-anak saat sekolah minggu, dan diwaktu sekolah minggu itulah anak-anak diajarkan lagu-lagu rohani Katolik yang diambil dari Pusat Musik Liturgi Yogyakarta sebagai persiapan apabila ada jadwal tugas paduan suara yang akan dibawakan oleh paduan suara BIAK FA. “Tim Pembina BIAK wilayah kami berjumlah 8 orang. Kami membina anak-anak secara bergantian, tiap minggunya ada 2 orang Pembina yang mendampingi anak-anak di sekolah minggu, dan saat itulah kami mengajarkan lagu-lagu rohani Katolik khusus anak-anak yang kami ambil dari Pusat Musik Liturgi kepada mereka,” ujar Bu Bimo. “Lalu lagu-lagu itu akan kami latih lebih intensif lagi seminggu menjelang hari H tugas. Biasanya dalam seminggu itu kami berlatih hingga empat kali dan untuk kelancaran latihan kami menyertakan undangan kepada orang tua masing-masing anak agar bersedia mengantarkan anak-anaknya untuk berlatih paduan suara,” tambahnya.

Dalam kesempatan wawancara ini, Bu Bimo juga memberi tips agar latihan paduan suara menjadi menyenangkan bagi anak-anak. Menurut Bu Bimo, menciptakan suasana latihan yang santai dan fun merupakan syarat utama untuk menumbuhkan rasa ketertarikan anak-anak. Untuk itu, tidak jarang Bu Bimo memberikan sedikit lelucon dan humor-humor segar disela-sela latihan agar anak-anak bisa kerasan dalam berlatih. Selain itu, jangan terlalu menargetkan anak-anak harus tampil bagus dahulu. “Bagi saya hasil adalah nomor dua. Yang terpenting saat ini adalah bagaimana kita bisa membuat anak-anak senang berada di dalam Gereja, bukannya bermain di luar Gereja saat misa berlangsung. Sehingga dengan demikian tujuan untuk menumbuhkan jiwa pelayanan sejak usia dini juga dapat tercapai,” tegas Bu Bimo.

Di samping paduan suara BIAK, Bu Bimo mengatakan bahwa dirinya dan tim Pembina juga sedang berusaha mengembangkan paduan suara Rekat di wilayah FA. Oleh karena itu, jadwal tugas paduan suara untuk wilayah FA telah diatur sedemikian rupa agar anak-anak BIAK maupun Rekat wilayah FA dapat ikut serta dalam tugas paduan suara di Gereja. “Wilayah kami dalam setahun kurang lebih mendapat jatah 4 kali untuk mengisi tugas paduan suara misa mingguan di Gereja. Untuk itu, kami membagi sendiri tugas paduan suara tersebut agar anak-anak juga bisa ikut terlibat. Pembagian yang biasanya kami lakukan adalah 2 kali jadwal tugas kami berikan pada paduan suara wilayah, 1 kali jadwal tugas untuk paduan suara Rekat dan 1 kali jadwal tugas sisanya kami berikan pada paduan suara BIAK wilayah kami,” jelas Bu Bimo.

Diakhir wawancara, Bu Bimo menyampaikan harapannya kedepan bagi perkembangan BIAK dan Rekat di Gereja kita. “Saya berharap setiap wilayah juga bisa mengembangkan paduan suara BIAK dan Rekat di wilayahnya masing-masing. Dan sekali lagi saya mohon untuk jangan terlalu fokus pada hasil yang harus bagus, tetapi fokuslah lebih dulu pada proses agar anak-anak berani tampil dan berani turut serta melayani sejak dini. Di samping itu, saya juga berharap Gereja kita dapat memberi porsi tugas paduan suara bagi BIAK dan Rekat pada jadwal paduan suara misa mingguan, sebab sangat penting memberi kesempatan pada anak-anak untuk secara langsung ikut melayani dalam kegiatan Gereja, sebab merekalah yang nantinya akan melanjutkan pelayan kita dimasa yang akan datang” ungkap Bu Bimo menutup wawancara.

Semangat untuk selalu menumbuhkembangkan jiwa pelayanan pada Tuhan, Gereja dan sesama sejak usia dini perlu terus dilakukan baik secara teoritis dalam pendalaman iman di sekolah minggu maupun secara praktek dengan melibatkan langsung anak-anak dalam pelayanan. Proficiat bagi wilayah Fransiskus Assisi yang berhasil menghidupkan semangat anak-anak dalam melakukan pelayanan melalui suara-suara indah mereka. Teruslah berjuang untuk mengasah generasi-generasi baru pelayan Tuhan, Gereja dan sesama. Tuhan Memberkati…

 

]]>
http://parokisalibsuci.org/2010/10/29/paduan-suara-biak/feed/ 3
Rekoleksi Bersama Seluruh Warga http://parokisalibsuci.org/2010/10/29/rekoleksi-bersama-seluruh-warga/ http://parokisalibsuci.org/2010/10/29/rekoleksi-bersama-seluruh-warga/#comments Fri, 29 Oct 2010 04:04:44 +0000 http://parokisalibsuci.wordpress.com/?p=121

Rekoleksi Wilayah Agustinus diadakan bersama-sama antara lingkungan I dan lingkungan II,dengan jumlah peserta sekitar 80 orang. Rekoleksi diadakan pada tanggal 12-13 Juni 2010,di Griya Samadhi Vincentius (GSV) Trawas.Berangkat dari Surabaya pada jam 12:30, dan sampai dengan selamat seluruh rombongandi GSV pada jam 15:00. Jam 17:00 kami mengukuti misa ekaristi di kapel GSV. Malam harinyadilanjutkan dengan penyegaran rohani oleh Bpk. Setiawan dengan mengambil topik”Kasih Tuhan Tiada Batasnya”, dan dilanjutkan dengan renungan malam oleh semua peserta.Minggu pagi hari, diisi dengan acara permainan (outbound) dengan tujuan untuk melatih kerja-samateam/kelompok. Permainan berakhir pada jam 09:00. Sebelum makan siang kami sempat menerimapresentasi tentang “Hubungan harmonis antara anak dan orang tua” yang dibawakan oleh Bp. Bambangdan dilanjutkan dengan evaluasi dari semua yang sudah kami jalani selama rekoleksi mulaikemarin sore sampai menjelang pulang siang harinya.

]]>
http://parokisalibsuci.org/2010/10/29/rekoleksi-bersama-seluruh-warga/feed/ 3
Pelatihan Dirigen, Organis dan Pembina Koor Elisabet http://parokisalibsuci.org/2010/10/27/pelatihan-dirigen-organis-dan-pembina-koor-elisabet/ http://parokisalibsuci.org/2010/10/27/pelatihan-dirigen-organis-dan-pembina-koor-elisabet/#comments Wed, 27 Oct 2010 03:17:27 +0000 http://parokisalibsuci.wordpress.com/?p=68

Memuji Tuhan dengan baik merupakan salah satu keinginan umat beriman, maka tak heran bila wilayah St. Elisabeth selalu berlatih koor secara rutin. Bapak Fidelis adalah salah satu dirigen sekaligus untuk wilayah St. Elisabeth yang baik dan sabar dalam melatih koor, dengan bantuan Ibu Galuh sebagai koordinator koor. Namun karena kesibukannya, maka kami sering kali mengalami kendala dalam latihan, kekosongan/ ketidakhadiran dirigen dalam latihan menjadikan jadwal latihan koor sedikit terganggu, disamping itu anggota koor tidak ada yang berani menggantikannya untuk memimpin latihan koor, sehingga sering kali koor batal latihan.


Absennya dirigen pada saat latihan koor merupakan salah satu alasan mengapa Wilayah St. Elisabeth mengadakan “Pelatihan Dirigen”. karena memang kita selalu berharap tercetaknya bibit baru dirigen sekaligus pelatih yang kompetens dan konsisten. Selain itu adanya talenta yang dimiliki oleh beberapa anggota koor yang bisa dikembangkan. Maka Ibu Galuh selaku koordinator koor memberanikan diri untuk mengundang para pelatih dari kelompok “Magnificat” yang dipimpin oleh Sr. Lidwina dengan para pengajar yang sudah ternama dan tidak asing lagi bagi Gereja Katolik di Surabaya. Bp. Anggoro, Bp. Antonius, Bp. Rudy, Ibu Siska dan Kak Dina. Pelatihan ini diadakan setiap hari Sabtu di balai Paroki Gereja Salib Suci. Ada 13 kali pertemuan dalam pelatihan ini, sedangkan materi pelatihan meliputi teori musik, membirama, teknik vokal dll. Tugas dan fungsi dirigen menjadikan prioritas dalam pelatihan dirigen ini. Jadi para peserta langsung praktek menjadi dirigen. Namun juga mendapatkan teori dasar sebagai dirigen yang harus dikuasai. Para peserta pelatihan terdiri dari beberapa generasi. Antara lain : Primus dan Adi mewakili kelompok anak muda atau mudika. Chacha merupakan wakil dari anak-anak biak dan rekat. Sedangkan kelompok Bapak/Ibu diwakili oleh Ibu Galuh, Bapak Stephanus Yuli, Ibu Fransiska Estuning, Bp. J. Eko Rudito dan Ibu F. Dewi Pisaraningrum. Pelatihan Dirigen ini sebenarnya terbuka untuk seluruh warga Paroki Salib Suci, bukan hanya wilayah St. Elisabeth, maka bila anda tertarik untuk menjadi Dirigen yang siap melayani Tuhan, silahkan bergabung……!!!
Teori-teori yang telah didapat, dibawa ke dalam kelompok koor untuk di praktekkan. Banyak pengetahuan yang diperoleh dalam pelatihan ini. Cara membirama yang benar, pengelolaan kelompok koor yang benar, pemilihan lagu yang tepat serta pengambilan nada. Diharapkan nantinya para Dirigen baru ini selalu siap sedia bergantian melatih atau menggantikan pelatih yang berhalangan hadir. Kembali semua usaha itu dilakukan oleh wilayah St. Elisabeth semata-mata “Demi Kemuliaan Nama Tuhan.” Nah, semoga semuanya itu dapat terlaksana dengan baik sesuai dengan harapan dan cita cita kita semua, amin.

]]>
http://parokisalibsuci.org/2010/10/27/pelatihan-dirigen-organis-dan-pembina-koor-elisabet/feed/ 3
Terbentuklah Rekat dan Mudika Paulus http://parokisalibsuci.org/2010/10/27/terbentuklah-rekat-mudika-paulus/ http://parokisalibsuci.org/2010/10/27/terbentuklah-rekat-mudika-paulus/#comments Wed, 27 Oct 2010 03:09:45 +0000 http://parokisalibsuci.wordpress.com/?p=64

Siang itu Jum’at 3 Juli 2009 pukul 14.00 di bundaran Ad Dakwah Rewwin, satu persatu anak-anak dari lingkungan I, II dan III tampak berdatangan diantar Ayah atau Ibu mereka. Kelihatan sekali mereka masih asing saat bertemu, karena memang sangat jarang sekali bertemu dengan anak-anak seumur mereka.
Setelah rombongan berkumpul dan Truk dari TNI-AL telah siap, rombongan melakukan doa dipimpin oleh Bapak Bernadus Gutagawi yang memang sedang berada di tempat tersebut. Setelah doa, rombongan berangkat menuju Sasana Krida Jati Jejer – Trawas. Rombongan terdiri dari 1 truk dan 1 mobil. Dalam perjalanan nampaknya mereka sangat senang bercengkrama dan penuh tawa-ria, mereka sangat menikmati perjalanan dengan naik kendaraan yang baru pertama kali mereka rasakan
Sesampai di SK Jati Jejer, mereka tampak kembali senang dan gembira, karena mereka harus menuju lokasi perkemahan dengan menggunakan kereta Kelinci. Sesampai di lokasi mereka di tampung untuk kordinasi di pendopo, mereka dibagi dalam kelompok rekat dan mudika. Setelah diberi pengarahan dan pengelompokkan, mereka mencari tempat tenda “Kuning” yang telah disediakan sesuai dengan nama-nama yang sudah disiapkan. Kordinasi dan pengarahan panitia dibantu oleh kakak-kakak dari mudika paroki. Tujuan melibatkan mudika paroki selain untuk membantu dalam pelaksanaan yang terarah, juga untuk memberikan contoh nyata kepada para rekat dan mudika wilayah bahwa seperti itulah mereka nantinya akan bekerja.


Pemberian materi teori yang dipandu oleh Bapak Bonaventura Suprapto merupakan session pada hari pertama. Penyajian presentasi dengan memutarkan film tentang motivasi diri, bagaimana seseorang yang memiliki keterbatasan fisik atau cacat mampu melahirkan suatu prestasi yang menakjubkan. Demikian pula contoh lain dari binatang semut dan burung yang menunjukkan kebersamaan, keuletan dan kekompakan untuk hidup sebagai suatu kelompok yang melindungi kelompok dan individunya. Mereka juga diberi kesempatan untuk merenungkan dan mengomentari tayangan film tersebut. Pada awalnya mereka masih malu-malu dan enggan untuk menyampaikan pendapat, tetapi ketika seorang gadis kecil Stefani yang masih klas VI SD angkat tangan dan berani mengungkapkan pendapatnya, peserta lainnya ikut angkat bicara, sehingga suasana tegang menjadi cair. Pada Session ini pesan-pesan moral dan kejadian-kejadian dalam film menjadikan anak-anak terbuka dengan nilai kebersamaan dan toleransi kepada teman-teman yang lain.
Pada saat break dan makan malam, peserta mulai saling mengenal dan saling menggoda satu dengan lainnya. Suasana mulai makin semarak dan ramai. Karena panitia yang terdiri orang tua dan pembina yang ikut serta nimbrung bersama. Setelah doa Malam, Bapak H Bambang serta Kakak-kakak Mudika paroki mengajak peserta untuk belajar Poco-poco untuk persiapan besok pagi pada acara senam pagi.
Hasi kedua sabtu 4 Juli 2009 pagi pukul 05.30, para peserta camping bangun untuk persiapan senam agar mereka tidak kedinginan, dengan penuh semangat mereka bangun dan langsung mandi. Setelah sarapan, mereka serius mendengarkan persiapan Out Bond oleh Bapak H Bambang yang dibantu oleh Kakak-kakak Mudika. Berbagai bentuk permainan yang menggelikan yang dikemas untuk membangkitkan sikap mental kebersamaan dan kekompakan. Lebih kurang 12 macam permainan mereka jalani. Tertawa, senang meruapan waktu sementara untuk melupakan tugas rutin di sekolah, membuat mereka lupa waktu makan siang. Memang makan siang di hari kedua ini dijadwalkan pada pukul 13.00 waktunya memang sedikit terlambat, tetapi hal itu bukan merupakan hambatan bagi mereka dan semua kegiatan diawali doa oleh mereka sendiri.
Siang hari tidak ada kegiatan, mereka dapat beristirahat dengan waktu yang cukup banyak. Di saat itulah mereka dapat lebih saling mengenal dan berceritera sambil bermain gitar dan menyanyi. Hingga mereka lupa akan waktu istirahatnya yang telah habis..
Sore setelah mandi dan menikmati snack, merekapun kembali ke Pendopo mendengarkan Materi Session II Oleh Bapak Luluk dan Bapak B.Suprapto. Kali ini mereka kelihatan lebih semangat karena sudah saling mengenal lebih dekat.
Pembagian 4 kelompok diatur oleh kakak mudika paroki yang dibedakan antara Rekat dan Mudika, dengan di beri nama kelompok warna Kuning, Biru, Hijau dan Merah. Setiap kelompok ternyata mempunyai Primadona atau seorang lakon yang memang membuat suasana menjadi lebih semarak. Karena diantara mereka juga ada calon-calon siswa Seminari, dan anak-anak dari daerah lain dengan logat bahasa yang asing bagi sebagian anak. Dari pertanyaan yang dilontarkan oleh Bapak Luluk, setiap kelompok menyampaikan jawaban dan keinginan untuk kegiatan dalam lingkungan secara tertulis. Kesimpulan dari hasil jawaban dan keinginan mereka adalah bahwa mereka sangat merindukan untuk kegiatan di lingkungan dan wilayah bersama teman sebaya.
Pukul 21.30 setelah doa Malam yang dipimpin Bapak Gabriel Guntur selaku Sie Liturgi Wilayah, mereka diajak kakak-kakak Mudika Paroki untuk persiapan acara Api Unggun. Sebagai awal acara sebuah Refleksi diri untuk rekat dan mudika yang disampaikan oleh Ibu Ketua Wilayah dengan suasan yang remang-remang. Setelah itu dilanjutkan dengan acara Api Unggun. Di dalam acara tersebut, setiap kelompok diharuskan menyajikan sebuah pertunjukan yang disaksikan beberapa pengurus wilayah yang hadir pada malam itu. Mereka bebas berekspresi dan ternyata penyajian spontan dengan waktu yang singkat hasilnya sangat luar biasa penuh kreativitas, bakat-bakat terpendam untuk acara ini sungguh kelihatan sekali.
Hari ketiga Minggu, 5 Juli 2009 Pagi pukul 05.30 peserta mulai mengawali kegiatan senam kembali, dan selanjutnya oleh Kak Arya mereka mendapatkan pengarahan untuk acara selanjutnya dan persiapan Misa pukul 11.30 oleh Romo Bruno.


Pada acara Evaluasi yang dipandu oleh kakak-kakak mudika paroki, mereka mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan kegiatan di Wilayah dengan mengadakan pemilihan pengurus. Himbauan agar tidak takut terganggu atau tidak bisa naik kelas bila menjadi Ketua atau pengurus Rekat atau Mudika disampaikan oleh Kak Arya, tentunya semua itu harus dengan dapat mengatur waktu dan terutama mendapat dukungan dari Orangtua. Pengalaman menjadi pengurus, merupakan pengalaman berharga untuk perkembangan anak-anak sendiri. Pengalaman serta himbauan ini juga disampaikan oleh Kak Roni, Kak Memed dan Kak Ventus serta Kak Gembul.
Pada acara tersebut dipilih 4 peserta sebagai calon ketua Rekat dan Mudika Berdasarkan hasil Voting, terpilih pengurus Rekat dan Mudika sebagai berikut :
Ketua Rekat : Gratia Ananda Sinaga
Wakil Ketua : Antonio Marco
Ketua Mudika: Gabriela Natalia
Wakil Ketua : Abraham Louis
Yang merupakan kelegaan bagi pengurus Wilayah adalah bahwa tidak ada satupun pengurus yang terpilah baik rekat atau mudika yang menolak. Hal ini menunjukkan bahwa pemilihan pengurus Rekat atau Mudika tidak dapat langsung, tetapi melalui proses yang membutuhkan ketelatenan dan beaya yang relatif besar.
Sebagai acara penutup disampaikan sambutan oleh Ketua Wilayah dan dari Kakak-kakak Mudika. Ibu ketua Wilayah menyampaikan pesan agar peserta yang terpilih sebagai pengurus Rekat dan Mudika hendaknya dapat mewujudkan dan melibatkan diri pada tugas dalam kegiatan-kegiatan di Wilayah. Hal ini tentunya pengurus bekerja tidak sendirian melainkan harus dibantu oleh teman-teman yang lain dan semoga kesanggupan ini tidak sesaat. Demikian juga dari Kakak-kakak Mudika bersedia membantu bila memang diperlukan. Acara ditutup dengan pada Pukul 02.30 dengan menyanyikan lagu Kemesraan, Kapan-kapan dengan peserta berdiri melingkar dan jabat tangan. Acara diakhiri dengan doa penutup oleh Ibu Lintang – ketua Wilayah Santo Paulus.
Proficiat… untuk Rekat dan Mudika semoga Sukses dan Pantang Menyerah ya …. Tuhan Yesus akan memberkati.
Sayonara …… Kita kembali naik Kereta Kelinci menuju Truk yang telah menunggu untuk kembali ke Rewwin.
Rewwin, Agustus 2009
Lintang Noerwasito

]]>
http://parokisalibsuci.org/2010/10/27/terbentuklah-rekat-mudika-paulus/feed/ 4
Sejenak bersama Romo Widoyoko http://parokisalibsuci.org/2010/10/26/sejenak-bersama-romo-widoyoko/ http://parokisalibsuci.org/2010/10/26/sejenak-bersama-romo-widoyoko/#comments Tue, 26 Oct 2010 07:35:01 +0000 http://parokisalibsuci.wordpress.com/?p=41

Pada Hari Minggu, 26 September 2010, Wilayah St. Yohanes Rasul mengadakan acara Bincang Santai mengenai ajaran dasar Katolik dengan pembicara Rm. Widoyoko dari paroki St. Vincentius A Paulo (Widodaren).  Acara dilaksanakan pukul 10.00 – 13.30 WIB di Rumah Bapak Hendrik. Acara yang berlangsung selama 3,5 jam itu dihadiri oleh lebih kurang 40 orang, baik dari Wilayah St. Yohanes Rasul maupun perwakilan Dewan Pastoral Paroki Salib Suci. Bincang Santai ini diadakan untuk memperkaya kasanah umat wilayah St. Yohanes Rasul akan ajaran dasar Katolik. Bincang santai ini membahas tentang ajaran iman katolik yang bersumber dari Kitab Suci. Acara ini terbagai 2 sesi, yaitu: materi dan tanya jawab. Materi dibawakan sangat komunikatif oleh Rm. Widoyoko, penjelasan yang panjang lebar tidak membuat umat bosan. Hal tersebut ditunjukan dengan antusiasme umat pada waktu sesi tanya jawab.


Melihat antusiasme umat wilayah dan banyaknya pengetahuan yang didapat mengenai ajaran Gereja Katolik, Bapak T. Edi Purwanto selaku Ketua Wilayah St. Yohanes Rasul berharap, semoga kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan di tingkat paroki. “Akan sangat bagus dan bermanfaat untuk menambah pengetahuan tentang kekatolikan umat paroki Salib Suci,” ujarnya.

]]>
http://parokisalibsuci.org/2010/10/26/sejenak-bersama-romo-widoyoko/feed/ 2
HUT ke V Wilayah Beata Teresa http://parokisalibsuci.org/2010/10/26/hut-ke-v-wilayah-beata-teresa/ http://parokisalibsuci.org/2010/10/26/hut-ke-v-wilayah-beata-teresa/#comments Tue, 26 Oct 2010 07:24:00 +0000 http://parokisalibsuci.wordpress.com/?p=38

PROFICIAT!!! Redaksi MAWASS dan pengurus sie Komsos turut mengucapkan selamat Pesta Nama yang ke-5 untuk wilayah Beata Teresa. Tampaknya kali ini merupakan pesta nama yang lebih berkesan dari tahun-tahun sebelumnya. Biasanya di Paroki Salib Suci, pesta nama wilayah Beata Teresa diadakan setiap tanggal 7 Oktober, bersamaan dengan Pesta Nama wilayah Ratu Rosari. Namun setelah dikonfirmasikan lebih lanjut, ternyata pesta nama wilayah Beata Teresa jatuh pada tanggal 5 September, di mana pada tanggal itu, Ibu Teresa wafat di Kalkuta, India.
Untuk merayakan Pesta Nama wilayah Beata Teresa yang ke-5 ini, seperti biasa diadakan misa syukur pada hari Minggu tanggal 5 September 2010 pukul 07.30 WIB. Misa yang dipimpin oleh Rm. Yosef Gheru Kaka tersebut berlangsung cukup meriah dengan iringan koor dari wilayah Beata Teresa sendiri. Tak disangka pula, tugas koor kali ini bagi wilayah Beata Teresa adalah koor dengan peserta  terbanyak selama ini, yaitu 35 orang. Tidak hanya tugas koor, semua tugas liturgi pada misa pagi itu dilaksanakan oleh umat Beata Teresa sendiri. “Pesta nama kali ini sungguh sangat berkesan bagi saya karena banyak umat wilayah turut berpartisipasi aktif dalam misa syukur kali ini. Saya sangat senang dengan antusiasme umat Beata Teresa yang bersedia membantu dengan sukarela” , demikian tutur Bapak Nicholas Rudolf selaku Ketua Wilayah Beata Teresa.


Mengacu pada karya cinta kasih untuk kaum papa yang dilakukan oleh Bunda Teresa semasa hidupnya, pengurus wilayah Beata Teresa berusaha untuk lebih memperhatikan warganya yang memang membutuhkan perhatian khusus. Besarnya perhatian pengurus wilayah Beata Teresa yang telah diberikan untuk warganya yang membutuhkan membuat salah seorang warga tersebut memberikan sumbangan souvenir pada Pesta Nama kali ini, “Satu hal lain yang membuat kami sebagai pengurus merasa bangga adalah sumbangan souvenir dari seorang warga karena dia merasa bersyukur telah diperhatikan dengan baik, dan dia menyumbang dari kekurangannya”, lanjut Bapak Rudolf.
Bapak Rudolf juga mengutarakan harapannya untuk warga wilayah Beata Teresa, “Supaya para pengurus tetap mau berkorban dalam melayani warga umat, dan semoga para warga Beata Teresa dapat terpanggil berpartisipasi dalam pelayanan di lingkungan, wilayah, maupun paroki”, demikian ujarnya di akhir wawancara. ( Lidya)

]]>
http://parokisalibsuci.org/2010/10/26/hut-ke-v-wilayah-beata-teresa/feed/ 0