Tag Archives: Suci

Semurni Perak

Sembah Bakti bagi Ibu Gereja Salib Suci   (oleh :  A. J. Tjahjoanggoro)

Pernahkah kita membayangkan bagaimana proses pembuatan logam mulia perak? Setingkat lebih tinggi dari perunggu dan setingkat lebih rendah daripada emas. Semua logam yang mulia pasti melalui proses pemurnian. Logam tersebut terlebih dahulu dibersihkan dari kotoran dan dipanggang di atas bara api yang merangah hingga jernih dan mengkilap bak cermin wajah. Seolah memang terkesan keji dan ganas pada awal mulanya namun demikianlah proses pemurnian alami untuk menjadi mulia.

Pada setiap perayaan hari ulang tahun kelahiran pada umumnya selalu didendangkan lagu ceria Panjang Umurnya dan diakhiri dengan untaian kata ‘serta mulia’ yang dinyanyikan berulangkali. Bukan tanpa maksud syair lagu tersebut digubah. Harapan umur panjang tidak hanya secara jasmaniah saja namun hingga kematangan batiniah dan rohaniah. Ujung-ujungnya bukan hanya duit semata namun teristimewa dan terutama keluhuran jiwa menuju keilahian abadi.

Hidup Berliturgi

Lalu, bagaimana dengan perkembangan paroki Salib Suci kita tercinta yang telah menapakkan ruang dan waktu di penghujung 25 tahun peziarahan segenap umat? Datang dan pergi, jatuh dan bangun, haru biru bercampuk aduk jadi satu, demikianlah dinamika perkembangan pastoral hidup menggereja umat. Kebetulan penulis mengikuti jejak sejarah ziarah umat meski tidak dari awal tahun 1988 paroki Salib Suci mulai berdiri tegak. Gerakah Roh Kudus memang sudah tampak membimbing sekaligus menempa mental dan iman umat hingga menjadi kuat seperti baja khususnya dalam hidup berliturgi.

Demikian kesan sepintas dari pandangan umat kita sendiri dan paroki lain. Paroki Salib Suci dikenal ketat dan khatam dalam berliturgi ekaristi. Semua tata perayaan ekaristi diatur sedemikian rupa mengikuti tradisi gereja katolik Roma, bahkan lama berselang sebelum TPE (Tata Perayaan Ekaristi) ditetapkan dan diberlakukan di seluruh gereja katolik di Indonesia sejak tahun 2005. Ini semua tentu tidak luput dari ketaatan dan kegigihan Pater Heribert Ballhorn SVD selaku Pastor Kepala Paroki Salib Suci dalam pastoral umat hingga menjelang akhir tahun 2011 (23 tahun) yang terutama mencintai liturgi ekaristi. Rentang waktu penggembalaan umat yang cukup panjang, tak kenal lelah dan bosan, tetap tekun dan setia. Banyak umat yang terkejut dan sakit hati hingga naik pitam dan mogok ke gereja namun pada akhirnya mengakui tempaan dan gemblengan dalam berliturgi menghasilkan buah iman yang makin mendalam dan matang.

Continue reading