splash
SITUS RESMI DEWAN PASTORAL PAROKI SALIB SUCI
Tropodo, Waru, Sidoarjo, Jawa Timur
 

Posts Tagged ‘Perayaan Ekaristi’

7 Pernyataan Tuhan Yesus saat berada di Salib

Posted By Komsos on April 6th, 2012

Injil mencatat bahwa selama enam jam Yesus tergantung di kayu salib Dia membuat tujuh pernyataan yang berbeda. Pernyataan-pernyataan sangat luar biasa bukan hanya karena merupakan kata-kata yang terakhir oleh Yesus sebelum kematian-Nya, tetapi juga karena kata-kata ini menggambarkan kehidupan dan pelayanan Yesus Kristus Tuhan kita.

1. “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.”(Lukas 23:34).
Bahkan saat mengalami rasa sakit yang mengerikan akibat penyaliban, Ia berdoa untuk orang-orang yang yang menyebabkan penderitaan-Nya. Ia datang ke bumi dengan tujuan memberi pengampunan para pendosa dan Dia mengasihi mereka dan menghapus dosa hingga akhir hidupNya. Semua karena dosa manusia dan Dia berada di kayu Salib dan menderita atas nama dosa itu.

 

2. “Hari ini engkau akan bersama Aku di dalam Firdaus” (Lukas 23:43).

Tidak hanya Yesus mengampuni mereka yang menyalibkan Dia, Dia juga memaafkan salah seorang pencuri yang disalibkan di samping-Nya. 2 Penjahat yang di salibkan bersama Yesus, Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, namun seorang lainnya memiliki perubahan hati.

Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: “Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!” Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: “Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama? Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah.” Lalu ia berkata: “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.” (Lukas 23:39-42) .

Pada saat ini Yesus membuat pernyataan-Nya yang kedua diatas salib dan menjanjikan untuk mengampuni penjahat yang bertobat. Sekali lagi kita melihat keprihatinan Yesus bagi orang lain. Teladan-Nya kemudian di contohi Rasul Paulus  untuk menasihati jemaat Filipi,

dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; (Filipi 2:3).

3. “Ibu, inilah, anakmu!” (Yohanes 19:26).

Meskipun Yesus terus menderita di kayu salib pikirannya masih pada orang lain. Dia melihat ibunya berdiri di dekat Rasul Yohanes dan berkata, “Ibu, inilah anakmu.” Dia kemudian melihat Yohanes dan berkata, “Inilah ibumu!” Dengan melakukan ini Dia mempercayakan perawatan ibu-Nya kepada Yohanes. Kebiasaan orang Yahudi (Hukum Taurat) mensyaratkan anak sulung untuk mengurus orang tuanya, dan Yesus mematuhi hukum Allah sampai akhir. Di awal pelayanan-Nya Yesus menekankan penghormatan terhadap hokum Allah (Hukum Taurat):

“Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. (Matius 5:17).

Yesus menggenapi hokum Taurat dalam penderitaanNya di atas kayu salib.

4. “Ya Tuhan, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” (Matius 27:46).

Perkataan keempat Yesus dari salib mungkin yang paling sulit bagi kita untuk mengerti. Anak Allah yang tak berdosa yang telah, ada sejak kekekalan, dalam hubungan intim dengan Bapa-Nya, kini roh terpisah dari-Nya. Ketika dosa dunia dilimpahkan/menjadi bagian dari  Yesus, untuk kali pertama, terjadilah pemisahan antara Bapa dan Putra.

Alkitab mencatat sesuatu terjadi di antara mereka bahwa kita hanya dapat memahami melalui mata iman. Allah yang Maha Suci dan tak berdosa itulah Allah Bapa dan Allah yang telah merendahkan diri menjadi seperti ciptaanNya dan mau berdosa (menerima limpahan dosa manusia) itulah Putra Allah. (Filipi 2:6-7)

Artinya, bahwa Allah dalam Kristus mendamaikan dunia dengan dirinya sendiri (2 Korintus 5:19).

Yesus menderita rasa sakit yang tak pantas akibat pemisahan diriNya melepaskan kesetaraan sebagai Allah: Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah. (2 Korintus 5:21).

Agar hal ini (penebusan) terjadi, Bapa harus meninggalkan Anak dan menghukum-Nya untuk kita.  Inilah maksud dari perkataan Yesus: “Ya Tuhan, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?”

5. “Aku haus” (Yohanes 19:28).

Pernyataan kelima yang Yesus dari salib mengingatkan kita lagi bahwa Dia menderita sebagai manusia. Alkitab mengatakan,

Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia—supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci—:”Aku haus!” (Yoh 19:28).

Ia hidup sebagai manusia dan menderita sebagai manusia agar Dia bisa mengidentifikasi dengan penderitaan kemanusiaan. Dari pernyataan ini kita amati bahwa Yesus menderita efek fisik yang penuh akibat penyaliban. Tidak bisa dikurangi, untuk beban dosa yang harus kita(manusia) limpahkan kepada-Nya.

6. “Sudah selesai” (Yohanes 19:30).

Pernyataan keenam dari Yesus saat di kayu salib adalah teriakan kemenangan. Teks Yunani berbunyi tetelestai, “Sudah selesai.” Apa yang selesai? Sambil kita mempertimbangkan kehidupan dan pelayanan Yesus kita bisa memikirkan beberapa hal yang membuat kematian-Nya lengkap.

Ia menyelesaikan pekerjaan Bapa, yang harus di lakukanNya. Ia menggenapi nubuat. Dia mencapai kemenangan atas Setan, dosa, dan kematian. Dia mencapai kemenangan atas iblis. Misi kekelan BERHASIL !

7. “Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku” (Lukas 23:46).

Ini adalah pernyataan terakhir yang kita terima dari Yesus sebelum kematian-Nya. Semuanya telah selesai dan sekarang sudah waktunya untuk menyerahkan roh-Nya. Sebelumnya Yesus membuat pernyataan bahwa Ia rela memberikan nyawa-Nya bagi domba-Nya.

Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali.

Tidak seorangpun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku.” (Yohanes 10:17,18).

Dari sini kita menyadari bahwa Yesus harus sengaja menyerahkan roh-Nya; itu tidak dapat diambil dari-Nya. Kecuali Dia menginginkan sendiri untuk mati, Dia tidak dipaksa. Karena Dia adalah korban yang bersedia, Dia memilih untuk mati. Setelah membuat pernyataan terakhirnya, Yesus mati.

Akhirnya…
Tujuh pernyataan Yesus diatas kayu salib memiliki arti luas dan penting bagi orang percaya hari ini. Perkataan-perkataan ini sekali lagi mengingatkan kita arti kematian-Nya, selain menjadi fakta sejarah, jauh lebih dari itu. Itu adalah pengorbanan tertinggi untuk menjamin keselamatan kita. Kata-kata terakhir Yesus menunjukkan kepada kita bahwa kita dapat memegang kepercayaan penuh kepada-Nya sebagai Juruselamat kita.

Asal Mula Masa Adven

Posted By on December 6th, 2011

Hari raya Natal adalah salah satu dari dua hari raya yang paling penting dalam masa liturgi Gereja Katolik. Sebagai Hari Raya yang penting maka dalam menyongsongnya dibutuhkan persiapan yang khusus pula. Masa persiapan ini dikenal sebagai Masa Adven.

Masa liturgi Adven menandai masa persiapan rohani umat beriman sebelum Natal. Adven dimulai pada hari minggu terakhir bulan November. Masa Adven berlangsung selama empat hari Minggu dan empat minggu persiapan, meskipun minggu terakhir Adven pada umumnya terpotong dengan tibanya Hari Natal.

Masa Adven mengalami perkembangan dalam kehidupan rohani Gereja. Sejarah asal-mula Adven sulit ditentukan dengan tepat. Dalam bentuk awalnya, yang bermula dari Perancis, Masa Adven merupakan masa persiapan menyambut Hari Raya Epifani, hari di mana para calon dibaptis menjadi warga Gereja; jadi persiapan Adven amat mirip dengan Prapaskah dengan penekanan pada doa dan puasa yang berlangsung selama tiga minggu dan kemudian diperpanjang menjadi 40 hari. Pada tahun 380, Konsili lokal Saragossa, Spanyol menetapkan tiga minggu masa puasa sebelum Epifani. Diilhami oleh peraturan Prapaskah, Konsili lokal Macon, Perancis, pada tahun 581 menetapkan bahwa mulai tanggal 11 November (pesta St. Martinus dari Tours) hingga Hari Natal, umat beriman berpuasa pada hari Senin, Rabu dan Jumat. Lama-kelamaan, praktek serupa menyebar ke Inggris. Di Roma, masa persiapan Adven belum ada hingga abad keenam, dan dipandang sebagai masa persiapan menyambut Natal dengan ikatan pantang puasa yang lebih ringan.

Gereja secara bertahap mulai lebih membakukan perayaan Adven. Buku Doa Misa Gelasian, yang menurut tradisi diterbitkan oleh Paus St. Gelasius I (wafat thn 496), adalah yang pertama menerapkan Liturgi Adven selama lima Hari Minggu. Di kemudian hari, Paus St. Gregorius I (wafat thn 604) memperkaya liturgi ini dengan menyusun doa-doa, antifon, bacaan-bacaan dan tanggapan. Sekitar abad kesembilan, Gereja menetapkan Minggu Adven Pertama sebagai awal tahun penanggalan Gereja. Dan akhirnya, Paus St. Gregorius VII (wafat thn 1095) mengurangi jumlah hari Minggu dalam Masa Adven menjadi empat.

Meskipun sejarah Adven agak “kurang jelas”, makna Masa Adven tetap terfokus pada kedatangan Kristus (Adven berasal dari bahasa Latin “adventus”, artinya “datang”). Katekismus Gereja Katolik menekankan makna ganda “kedatangan” ini: “Dalam perayaan liturgi Adven, Gereja menghidupkan lagi penantian akan Mesias; dengan demikian umat beriman mengambil bagian dalam persiapan yang lama menjelang kedatangan pertama Penebus dan membaharui di dalamnya kerinduan akan kedatangan-Nya yang kedua” (no. 524).

Oleh sebab itu, di satu pihak, umat beriman merefleksikan kembali dan didorong untuk merayakan kedatangan Kristus yang pertama ke dalam dunia ini. Kita merenungkan kembali misteri inkarnasi yang agung ketika Kristus merendahkan diri, mengambil rupa manusia, dan masuk dalam dimensi ruang dan waktu guna membebaskan kita dari dosa. Di lain pihak, kita  ingat dalam Syahadat bahwa Kristus akan datang kembali untuk mengadili orang yang hidup dan mati dan kita harus siap untuk bertemu dengannya.

Sumber:

Usulan Lagu Misa & Jadwal Organis – Oktober 2011

Posted By Komsos on September 30th, 2011

Usulan Lagu Misa, Oktober 2011

02 Oktober 2011 :  PS 688, 951-962, 690, TPE 54-5, PS 404, 682, 366, 693, 635

09 Oktober 2011 :  PS 319, 814-956, 335, TPE 55-6, PS 405, 429, 692, 430, 638

16 Oktober 2011 :  PS 657, 863-961, 377,  | TPE 52-1b |  PS 402, 673, 682, 704, 630

23 Oktober 2011 :  PS 659(ay 2-4), 839-962, 380  | TPE 53-2 |  PS 403, 661, 699, 663, 623

30 Oktober 2011 :  PS 585, 842-961, 657  | TPE 53-3 |  PS 404, 698, 603, 653, 637

Organis, Oktober 2011

02 Oktober 2011 :  Mayang (+Tyas)  |  Dinda (Agustinus)  |  Bina (Ignatius)

09 Oktober 2011 :  Jonathan  |  Erika (+Anggel) (Yosef)  |  Jesica (WKRI)

16 Oktober 2011 :  Yofita  |  Monica (Petrus)  |  Olive (Sacro Sanctae)

23 Oktober 2011 :  Cecil BL  |  Jesslyn (BIAK)  |  Ika (Beata Teresa)

30 Oktober 2011:  Dinda  |  Tyas (Lansia Gloria)  |  Anggel (Arnoldus)

Usulan Lagu Misa & Jadwal Organis Juni 2011

Posted By Komsos on May 26th, 2011

USULAN LAGU MISA – di Bulan Juni 2011

 

02 Juni 2011 : Hari Raya Kenaikan Tuhan Yesus
PS : 531, 825-962, 530, TPE : 54-5, PS : 404, 534, 434, 432, 532, 672

05 Juni 2011 : Hari Minggu Paskah VII
PS : 567, 840-960, 526, TPE : 55-6, PS : 405, 570, 576 (1-3), 617 (1-3), 528, 529

12 Juni 2011 : Hari Raya Pentakosta
PS : 565, 828-964, 572, TPE : 52-1b, PS : 402, 574, 571, 567, 577, 573

19 Juni 2011 : Hari Raya Tri Tunggal Mahakudus
PS : 580, 835-964, 581, TPE : 53-2, PS : 403, 579, 433, 430, 582, 578

26 Juni 2011 : Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus
PS : 335, 863-957, 380, TPE : 53-3, PS : 404, 429, 555, 428, 427, 432

 

Jadwal Petugas Organis di Bulan Juni 2011

 

02 Juni 2011 : Yofita, Sisca+Cecil (F. Assisi), Anggel+Erika (Yosef)
05 Juni 2011 : Dinda, Jesslyn (Yohanes), Monica (Petrus)
12 Juni 2011 : Dono, Sisca (Regina Caeli), Jesica (WKRI)
19 Juni 2011 : Leo+Mayang, Lidya (Beata Teresa), Anggel (Arnoldus)
26 Juni 2011 : Cecil BL, Jesslyn (BIAK), Yofita (Elisabet)

Bakti Sosial Wilayah Petrus Rasul

Posted By Komsos on March 29th, 2011

Lihat & Download Foto yang lain secara lengkap Klik di sini

Bakti Sosial oleh Ibu-Ibu Lingkungan Belimbing ke Wilayah Yosep Paroki Salib Suci Tropodo, yang dilaksanan pada hari Jumat, tanggal 25 Februari 2011 yang lalu