Aug 152015
 
36b

Renungan Harian

Sabtu, 15 Agustus 2015
Hari Biasa Pekan XIX (H)

Bacaan: Yosua 24:14-29; Matius 19:13-15

Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan mendoa­kan mereka; akan tetapi murid-murid-Nya me­marahi orang-orang itu. Tetapi Yesus ber­kata: ”Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Surga.” Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan kemudian Ia berangkat dari situ. Continue reading »

Jul 302015
 
35

Renungan Harian

Kamis, 30 Juli 2015
Hari Biasa Pekan XVII (H)

Bacaan: Keluaran 40:16-21,34-38; Matius 13:47-53

”Demikian pula hal Kerajaan Surga itu seumpama pukat yang dilabuh-kan di laut, lalu mengumpulkan ber­bagai-bagai jenis ikan. Setelah penuh, pukat itu pun diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang. Demikianlah juga pada akhir zaman: Continue reading »

Jul 122015
 
lastsuppericon

I. PENGANTAR

Santo Santa adalah manusia-manusia yang memancarkan cahaya Ilahi. Mereka menjadi perantara doa kita dan menjadi panutan bagi kita. Hidup mereka yang kudus jugalah yang menjadi tujuan hidup kita.

Tahukah anda? Ada sejumlah orang Kudus yang hidupnya menjadi representasi setiap bagian dalam Perayaan Ekaristi. Mereka juga sungguh membaktikan hidupnya secara khusus terhadap Ekaristi. Adanya mereka menunjukkan betapa kita harus mencintai Ekaristi. Karena disitulah kita berjumpa dengan Tuhan. Karena Ia mau datang kepada kita dan membagi-bagikan kasihNya pada kita.

Continue reading »

Jul 072015
 
33

Renungan Harian

Selasa, 7 Juli 2015
Hari Biasa Pekan XIV (H)

Bacaan: Kejadian 32:22-32; Matius 9:32-38

Sedang kedua orang buta itu keluar, diba­wa­lah kepada Yesus seorang bisu yang kerasukan setan. Dan setelah setan itu diusir, dapatlah orang bisu itu berkata-kata. Maka heranlah orang banyak, katanya: ”Yang demikian belum pernah dilihat orang di Israel.” Tetapi orang Farisi berkata: Continue reading »

Apr 252014
 

RIP-Rm-Dasi

ROMO:

G   ema suara Romo yang lantang masih mengiang di sanubari: Berapi-api, tegas, tak pandang bulu bagi tegaknya prinsip hidup dan iman akan Kristus.

A   danya Romo menjadi warna di tengah keberagaman umat:  mencintai cara hidup sederhana… yang luput di mata kami, namun di mata Allah amat tinggi nilainya, luhur dan kudus.

B   erkat kepedulian tangan trampil Romo: lingkungan gereja  tampak hijau-asri nan rapi; menghadirkan Kerajaan Allah bagi banyak mata yang memandang terus dan lurus.

R   ektorkomunitas SVD distrik Surabaya, Romo ampu beberapa kali: membentuk terang-kepercayaan sesama saudara Societas Verbi Divini, bersama Santo Arnoldus Janssen sang pencetus.

I     mamat suci-kokohnya iman telah Romo genggam penuh cinta:  kesetiaan panggilan hidup yang melampaui segala pengertian, tak lekang oleh badai kehidupan yang nampak seolah mulus.

E    ndapan keluh kesah, derita-kesakitan akibat deraan penyakit: dianggapnya angin lalu, disatukannya dengan luka-derita jalan salib Yesus Sang Penebus.

L    elah fisik peziarahan hidup tak dirasakannya hingga:  berserah pada Tuhan atas rongrongan penyakit ganas; tubuh yang kurus mengiringi panggilan hidup kekal pada Rabu di pekan kudus.

D   alam hati, bergolak pertanyaan:  inikah jawaban laksana petir yang mesti didapat atas harapan kesembuhan di saat belum purna tugas?

A   neka ratap dan tangis: takkan mampu mengembalikan keberadaan sang imam-biarawan nan bersahaja, sederhana dan lugas.

S    elamat jalan Romo:  gembala umat, sahabat, teman, mitra perdebatan, sang-sosok pewarna di antara berbagai umat lintas keyakinan tanpa batas.

I     nilahwujudkesetiaan hamba ilahi:  teladan perjuangan bersama Kristus hingga tuntas. 

S    emangat dan perjuangan hidupnya:  menggugah  irama yang menyuarakan  aneka pesan penting kehidupan bagi umat yang masih butuh pandu-guru.

V   iat voluntas Tua, terjadilah yang Tuhan kehendaki:  membuktikan kepasrahannya atas keterbatasan fisik dan akhirnya gugur di medan laga bak serdadu.

D   i benak kini tinggal kenangan:  kami hanya bisa termenung-termangu, menyeka butiran air di sudut mata tanpa sadar bahwa itu wujud haru…

 

Beristirahatlah dalam damai, Romo…

Aug 062012
 

Penggunaan bahasa setempat dalam liturgi Gereja Katolik Roma diawali dengan terbitnya dokumen Gereja Dekrit Sacrosanctum Concilium.
Tahukah anda bagaimana perdebatan di dalamnya sehingga akhirnya kita sekarang ini bisa merayakan Ekaristi dalam bahasa kita sendiri? Seorang uskup NTT kelahiran Belanda, Mgr Van Bekum dalam pengantarnya di depan para Bapa Konsili mengusulkan agar perayaan-perayaan li

tugi Katolik bisa dihayati dalam konteks bahasa setempat….. usulan ini menuai pro dan kontra, bahkan antara lain ketua kongregasi ajaran iman waktu itu, Mgr Octaviani menentang dengan keras………. namun dukungan diperoleh juga dari Paus Yohanes XXIII yang sebelum wafatnya mengatakan bahwa perayaan-perayaan dan perwartaan iman Katolik hendaknya diberikan dalam bahasa-bahasa vulgare….. rakyat jelata…..
Saksikan kisah-kisah menarik serta pemahaman mengenai Konsili Vatikan II dalam DVD Seminar Konsili Vatikan II. Saat ini tersedia dua seri seminar : 1. Konsili Vatikan II (Panorama Sejarah, latar belakang historis, kultural, teologis dan Pokok-pokok pembaharuannya) oleh Rm. Prof DR. Armada Riyanto CM dan Rm. Prof DR A. Eddy Kristiyanto OFM. 2. Konsili Vatikan II (Kitab Suci dan Wahyu) oleh Rm Prof DR H. Pidyarto O Carm).
Masing-masing sesi terdiri dari dua keping DVD, anda bisa mendapatkannya dengan mengganti biaya rekam dan cetak sebesar Rp. 30.000 / sesi. Hub. saya via SMS (FX. Sutjiharto – 08123241600).